Breaking News:

Warga Konawe Disambar Petir

Kronologi Ayah dan Anak Warga Kelurahan Mataiwoi Konawe Disambar Petir saat Berada di Gubuk Sawah

Berselang satu jam kemudian, seorang saksi bernama Samsudin masuk kedalam lokasi persawahan atau tempat kejadian perkara (TKP).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Arman Tosepu
Kronologi Ayah dan Anak Warga Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe meninggal dunia karena disambar petir, Jumat (01/10/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Berikut kronologi peristiwa naas yang menimpa ayah dan anak warga Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe yang disambar petir, Jumat (01/10/2021) sore.

Kapolsek Tongauna, Iptu Andriana Yusup menjelaskan, kejadian naas itu bermula saat kedua korban sedang mengangkut gabah hasil panen menggunakan traktor miliknya sekira pukul 16:00 Wita.

"Saat turun hujan disertai petir, kedua korban langsung beristirahat sejenak di gubuk milik pak Made Rame," kata Adriana melalui keterangan tertulisnya.

Ia melanjutkan, tiba-tiba petir yang kedua menyambar kedua korban tersebut yang menyebabkan meninggal dunia seketika.

Berselang satu jam kemudian, seorang saksi bernama Samsudin masuk kedalam lokasi persawahan atau tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Warga Konawe Tewas Disambar Petir, Korban Ayah dan Anak

"Sumardin langsung masuk ke lokasi sawah tersebut (TKP) dan saksi merasa curiga Sepertinya kedua korban kena petir," lanjutnya.

Setelah tiba di lokasi tersebut, tiba-tiba Sumardin melihat kedua korban sudah posisi tergeletak di tanah pada gubuk dalam keadaan meninggal dunia.

Adriana menjelaskan, Sumardin merupakan saksi yang mengetahui saat kedua korban melakukan aktivitas muat gabah dan saksi tersebut lagi menunggu kedua korban untuk mengangkut gabah miliknya.

Ia mengungkapkan, saksi tidak melihat langsung kejadian. Namun, awalnya mereka bersama di lokasi persawahan dan saat hujan turun saksi dan kedua korban langsung berpisah dan saksi langsung pulang ke rumahnya di Kelurahan Mataiwoi sedangkan kedua korban tetap berteduh di gubuk.

"Pihak keluarga dan pemerintah setempat menolak dilakukan autopsi dan rencana pemakaman akan dilaksanakan besok hari atas kesepakatan pihak keluarga," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved