Peringatan 26 September
Mahasiswa yang Sempat Ditangkap Kini Dilepas, Polisi Klaim Diamankan Agar Tak Kena Lemparan Batu
Mahasiswa yang sempat ditangkap polisi akhirnya dilepas dan dipulangkan dari Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra).
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Sejumlah mahasiswa melempar batu ke arah polisi. Aksi ini kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata oleh pihak kepolisian.
Demo yang awalnya berlangsung damai ini terjadi usai perwakilan mahasiswa berdialog dengan Direktur Reserse Kriminal Umum atau Dirreskrimum Polda Sultra AKBP Bambang Wijanarko.
Sekitar 15 menit berselang, mahasiswa mulai merusak dengan menyeret kawat duri yang dibentangkan kepolisian.
Sejumlah massa maju mendekati barikade polisi, tak lama berselang mereka melemparkan batu ke arah petugas, tepat pukul 14.30 WITA.
Baca juga: Seribuan Mahasiswa Mulai Padati Markas Polda Sultra, Tuntut Kapolda Irjen Pol Yan Sultra Dicopot
Aksi ini membuat aparat kepolisian langsung menembakkan gas air mata, mahasiswa pun lari mundur ke arah bundaran gubernur.
Situasi akhirnya ricuh, mahasiswa dan polisi saling serang dengan beberapa kepolisian berseragam lengkap berlindung menggunakan tameng dan helm.
Sedikitnya tiga mobil meriam air yang awalnya berada jauh di belakang polisi, kini dirapatkan ke arah massa aksi.
Hingga kini, sitausi masih memanas antara kepolisian dan mahasiswa, keduanya saling berhadap-hadapan dengan jarak yang berjauhan. (*)
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)