Jumat, 1 Mei 2026

Peringatan 26 September

Demonstrasi Peringatan 26 September Ricuh, Lemparan Batu Mahasiswa Dibalas Tembakan Gas Air Polisi

Sekitar 15 menit berselang, mahasiswa mulai merusak dengan menyeret kawat duri yang dibentangkan kepolisian.

Tayang:
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
zoom-inlihat foto Demonstrasi Peringatan 26 September Ricuh, Lemparan Batu Mahasiswa Dibalas Tembakan Gas Air Polisi
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Mahasiswa melempar batu ke arah polisi, dan dibalas tembakan tembakan gas air mata. Demonstrasi ini memperingati 2 tahun tewasnya 2 mahasiswa UHO Randy dan Muhammad Yusuf Kardawi, pada 26 September 2019. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Demontrasi besar-besaran ribuan mahasiswa berlangsung ricuh di perempatan jalan depan Markas Polda Sultra, Senin (27/9/2021) siang ricuh.

Mahasiswa melempar batu ke arah polisi, dan dibalas tembakan tembakan gas air mata.

Demo yang awalnya berlangsung damai ini terjadi usai perwakilan mahasiswa berdialog dengan Direktur Reserse Kriminal Umum atau Dirreskrimum Polda Sultra AKBP Bambang Wijanarko.

Sekitar 15 menit berselang, mahasiswa mulai merusak dengan menyeret kawat duri yang dibentangkan kepolisian.

Baca juga: Seribuan Mahasiswa Mulai Padati Markas Polda Sultra, Tuntut Kapolda Irjen Pol Yan Sultra Dicopot

Sejumlah massa maju mendekati barikade polisi, tak lama berselang mereka melemparkan batu ke arah petugas, tepat pukul 14.30 WITA.

Aparat kepolisian langsung menembakkan gas air mata, mahasiswa pun lari mundur ke arah bundaran gubernur.

Situasi akhirnya ricuh, mahasiswa dan polisi saling serang dengan, beberapa kepolisian berseragam lengkap berlindung menggunakan tameng dan helm.

Sedikitnya 3 mobil meriam air yang awalnya berada jauh di belakang polisi, kini dirapatkan ke arah massa.

Hingga kini, sitausi masih memanas antara kepolisian dan mahasiswa, keduanya saling berhadap-hadapan dengan jarak yang berjauhan.

Tuntut Kapolda Irjen Pol Yan Sultra Dicopot

Menghadapi demonstrasi ratusan mahasiswa, polisi membentangkan kawat berduri di perempatan jalan samping Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra) dan Kantor Gubernur Sultra Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.(Foto: Fadli Aksar)
Menghadapi demonstrasi ratusan mahasiswa, polisi membentangkan kawat berduri di perempatan jalan samping Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra) dan Kantor Gubernur Sultra Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.(Foto: Fadli Aksar) (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com))

Sebanyak seribuan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Muhammadiyah Kendari berdemonstrasi di depan Mapolda Sultra, Senin (27/9/2021) siang.

Seribuan mahasiswa berpakaian hitam-hitam ini mulai memadati perempatan jalan depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra ) Jl Haluoleo , Kelurahan Mokoau, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Demonstrasi ini memperingati 2 tahun tewasnya 2 mahasiswa UHO Randy dan Muhammad Yusuf Kardawi, pada 26 September 2019.

Randy dan Muhammad Yusuf Kardawi meninggal dunia usai mengikuti demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra.

Beberapa mahasiswa berorasi mendesak Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya dicopot dari jabatannya.

Baca juga: Polisi Bentangkan Kawat Berduri saat Demontrasi Besar-Besaran, Jalur Polda & Kantor Gubernur Ditutup

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved