Breaking News:

OTT Bupati Koltim

Penyebab Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Minta Fee Tender Proyek Bencana, Disuap Anak Buah

Anak buah Bupati Kolaka Timur yakni Kepala BPBD Koltim Anzarullah juga ditetapkan sebagai tersangka suap tender proyek.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
kolase foto (handover)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut penyebab Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur terjaring operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Andi Merya Nur ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK setelah diperiksa selama 12 jam di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra), Rabu (22/9/2021).

Anak buah Bupati Kolaka Timur yakni Kepala BPBD Koltim Anzarullah juga ditetapkan sebagai tersangka suap tender proyek.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Koltim Andi Merya Nur di Rujab Bupati Koltim, Selasa (21/9/2021) sekira pukul 21.30 WITA.

Pada 30 menit sebelumnya, KPK menangkap Kepala BPBD Koltim Anzarullah di kosannya, Desa Orawa, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Koltim.

Baca juga: Uang Palak Rp225 Juta, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka KPK, Suami Lolos

Total 6 orang yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan tersebut, 4 orang diantaranya suami Andi Merya Nur, berinisial MB, dan 3 ajudannya AY, NR, MW.

Keenam orang tersebut digelandang ke Mapolda Sultra Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Rabu (22/9/2021) pukul 01.30 WITA.

Setelah 12 jam diperiksa, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, Kepala BPBD Koltim Anzarullah, dan 2 ajudannya diterbangkan ke gedung KPK Jakarta.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pun mengungumumkan Andi Merya Nur dan Anzarullah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap permintaan fee tender proyek dana bencana.

Dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih Jakarta, Pimpinan KPK Nurul Ghufron menjelaskan konstruksi perkara kasus rasuah tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved