OTT Bupati Koltim

Penyebab Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Minta Fee Tender Proyek Bencana, Disuap Anak Buah

Anak buah Bupati Kolaka Timur yakni Kepala BPBD Koltim Anzarullah juga ditetapkan sebagai tersangka suap tender proyek.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
kolase foto (handover)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka. 

"AZR (Anzarullah) kemudian meminta AMN (Bupati Kotim) agar proyek pengerjaan fisik nantinya dikerjakan orang kepercayaannya," kata Nurul Ghufron.

Tak hanya itu, Anzarullah juga meminta proyek itu dikerjakan pihak yang membantu agar danah hibah tersebut diberikan kepada Pemda Kolaka Timur.

Paket yang diminta adalah konsultasi perencanaan pengerjaan 2 unit jembatan di Kecamatan Uesi senilai Rp714 juta dan belanja jasa konsultasi pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluwoi senilai Rp175 juta.

Andi Merya Nur menyetujui paket tersebut dan sepakat akan memberikan fee kepada dirinya sebesar 30 persen dari dana konsultan.

Andi Merya Nur selanjutnya memerintahkan Anzarullah untuk berkoordinasi langsung dengan Dewa Made Rahmawan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepada Anzarullah, Andi Merya Nur menginstruksikan agar Dewa Made Rahmawan memproses pekerjaan perencanaan lelang konsultan dan meng-upload ke LPSE.

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Koltim Sebagai Tersangka

"LPSE dimaksud milik Anzarullah atau grupnya (untuk) dimenangkan atau ditujuk langsung konsultan dalam pekerjaan dua proyek dimaksud," urainya.

Sebagai realisasi kesepakatan, Andi Merya Nur diduga meminta uang melalui dua tahap, pertama sebesar Rp25 juta dan Rp225 juta kelanjutannya.

Anzarullah kemudian menyerahkan Rp25 juta pertama kepada Andi Merya Nur dan sisanya Rp225 juta agar diserahkan di rumah pribadi Bupati Koltim di Kendari.

Tangkap Tangan

Detik-detik Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/09/2021), dibawa KPK ke Jakarta. 
Detik-detik Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/09/2021), dibawa KPK ke Jakarta.  (handover)

Namun, belum sempat uang itu diserahkan, KPK langsung menangkap Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, Anzarullah, suami Bupati Koltim MB, dan 3 ajudannya.

Keenamnya diamankan beserta barang bukti uang siap Rp225 juta dan selanjutnya dibawa ke Mapolda Sultra.

Setelah dilakukan pengumpulan bahan keterangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup maka meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan.

"Mengumumkan tersangka A saudari AMN Bupati Kolaka Timur periode 2021-2026, B saudara AZR Kepala BPBD Kolaka Timur," jelas Nurul Ghufron.

Baca juga: Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Tiba di Gedung Merah Putih KPK, Disambut Puluhan Awak Media

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved