Berita Sulawesi Tenggara
Tim Klinik Ekspor Sultra Genjot Pengiriman Langsung ke Negara Tujuan, Biaya Murah Tiba Lebih Cepat
Tim Klinik Ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot pengiriman barang langsung ke negara tujuan ekspor.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim Klinik Ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot pengiriman barang langsung ke negara tujuan ekspor.
Diketahui, tim tersebut gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Pelindo, Bea Cukai, Karantina Pertanian, dan Bandara Haluoleo Kendari.
General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Kendari Suparman mengatakan tim tersebut dibentuk guna percepatan ekspor langsung dari Kota Kendari ke negara tujuan ekspor.
"Dengan pengiriman langsung ke negara tujuan ekspor tanpa melalui pengiriman domestik maka banyak manfaat yang akan didapatkan," ucapnya, Kamis (16/9/2021).
Baca juga: Kendari New Port Jadi Pelabuhan Modern di Indonesia Timur, Akses Jalan Tak Kunjung Diaspal
Menurutnya, keuntungan yang didapatkan dari pihak eksportir yaitu biaya murah dan pengiriman barang tiba lebih cepat.
Jika kedua hal tersebut sudah dilakukan oleh beberapa eksportir, maka tentunya ke depan akan memberikan semangat bagi eksportir lainnya.
Kemudian sesampainya barang ke negara tujuan ekspor dengan lebih cepat, makau kualitas barang yang dikirim tak mengalami penurunan.
"Hal itu juga akan berdampak bagi daerah yaitu pajak yang dibayar akan terdata dari daerah ini," katanya.
Sehingga ketika adanya pembagian dana seperti Dana Alokasi Khusus atau DAK maka porsi untuk Sultra akan diprioritaskan.
Baca juga: Kerap Ganggu Frekuensi Penerbangan, Loka Monitor Kominfo Kendari Musnahkan 34 Perangkat Radio Ilegal
Suparman mengatakan hal ini dilakukan karena Sultra bisa menjadi penyumbang pajak terbesar dengan adanya pengiriman langsung ke negara tujuan ekspor.
Namun, kata GM Pelindo IV itu, permasalahan ekspor saat ini yaitu masih menggunakan kontainer domestik yang dikirim melalui Surabaya.
Setelah tiba kemudian dipindahkan ke kontainer ekspor, sehingga hal ini bisa menambah biaya.
Selain itu, kualitas barangnya juga bisa berubah karena perpindahan barang melalui kontainer berbeda tersebut.
"Tantangannya saat ini terdapat pada jumlah kargo yang sedikit," ujarnya.
Baca juga: Polda Sultra Buru Pelaku Perusakan Puluhan Lapak Pedagang Kuliner di Kendari Beach saat Bentrok
Saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan pelayaran luar negeri. Jika bisa 200 box maka kapalnya bisa datang langsung ke Kendari.
Sementara jika kurang dari itu maka kontainernya yang akan didatangkan. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)