Breaking News:

Instruktur Mekanik Sebut Salah Pilih BBM Berakibat Fatal Bagi Mesin, Kendaraan Bisa Boros

Penggunaan bahan bakar dengan pertimbangan ekonomis rupanya bisa membuat kendaraan malah jauh lebih boros.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Instruktur mekanik di Bengkel Honda Sanggar Laut Group, Kota Makassar, Muhammad Arief Munafri sebut Salah Pilih BBM Bisa Berakibat Fatal Bagi Mesin hingga Kendaraan Bisa Boros. 

Arief mengatakan, pabrikan kendaraan produksi tahun 2000an ke atas memiliki mesin yang berbeda dengan kendaraan produksi dulu. 

Begitupun jenis bahan bakar yang cocok bagi kendaraan yang saat ini merekomendasikan penggunaan bahan bakar tanpa timbal dengan minimal RON 91 yang tertera di spesifikasi kendaraan. 

Baca juga: Ditpolairud Polda Sultra Belum Tetapkan Tersangka Nakhoda Kapal Tugboat Penabrak Nelayan di Muna

Arief menjelaskan penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah rupanya bisa membuat kendaraan kita lebih boros.

”Dalam 1 liter yang sama dan kondisi rute luar kota pada perjalanan bebas hambatan, penggunaan Premium (Oktan 88) hanya mampu menjangkau 15 km per liter, sedangkan Pertamax (Oktan 92) bisa 20 km per liter untuk mesin kendaraan 1.500 cc. Ini akibat pembakaran dalam mesin lebih sempurna,” ungkapnya.

Arief pun menjelaskan ada titik atas dalam ruang pembakaran bahan bakar. Piston seharusnya sisa 10,3 derajat dari titik atas, yaitu hampir mendekati titik atas, bahan bakar baru boleh meledak. 

Itulah kondisi ideal agar saat piston bergerak ke bawah dapat menghasilkan tenaga untuk kendaraan. 

"Kalau pakai bahan bakar oktan rendah (Premium) karena meledak duluan, piston baru bergerak belum sampai titik atasnya, sudah disuruh mundur. Itulah yang membuat kenapa kita pakai bensin boros," terangnya.

Hal itu dikarenakan bahan bakar belum waktunya terbakar, akan tetapi kenyataannya penggunaan BBM Oktan Rendah belum sampai ke atas, pistonnya sudah terbakar.

Baca juga: Dikejar Warga dan Polisi, Begal Tinggalkan Motor Smash Miliknya dan Motor NMAX Curian di Hutan

Hal itu membuat tenaga maksimal dan irit tidak bisa dicapai, sejatinya sifat bakar bakar yang oktannya tinggi dalam hal ini Pertamax, itu sesuai timing dengan mesin sehingga performa mesin dan keiritan bahan bakar dapat dicapai. 

Arief menjelaskan  karena ia dan rekan-rekan mekanik lainnya sering menangani mesin yang mengalami penumpukan kerat karbon akibat kesalahan dalam memilih bahan bakar. 

“Kami sering menangani busi yang hitam dan kerak pada mesin akibat salah penggunaan bahan bakar," katanya. 

Ia menambahkan kalau hasil pembakarannya hitam itu menunjukkan penggunaan bahan bakar yang boros. 

“Kalau piston sudah hitam sekali berarti oktannya tidak sesuai karena meledak duluan, dia terbakar duluan jadinya menimbulkan kerak-kerak hitam,” ucapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved