Breaking News:

Berita Muna

Ditpolairud Polda Sultra Belum Tetapkan Tersangka Nakhoda Kapal Tugboat Penabrak Nelayan di Muna

Warga Jl Lamuna, Kelurahan Tampo, Kabupaten Muna, Provinsi Sultra seketika hilang usai ditabrak kapal tongkang, Rabu (8/9/2021).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Humas Basarnas Kendari
Tim SAR saat mengevakuasi jenazah Dasman Jaya (32), korban yang hilang usai kapalnya bertabrakan dengan kapal Tugboat di perairan Polewali Kabupaten Konawe Selatan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atau Ditpolairud Polda Sultra kini tengah menyelidiki kasus kecelakaan kapal.

Kecelakaan tersebut melibatkan tugboat tongkang Syukur 23 rute Kolonodale - Kabaena di Selat Tiworo, Perairan Polewali, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menabrak perahu nelayan Dasman Jaya (40).

Warga Jl Lamuna, Kelurahan Tampo, Kabupaten Muna, Provinsi Sultra seketika hilang usai ditabrak kapal tongkang, Rabu (8/9/2021).

Dasman Jaya ditemukan setelah lima hari hilang dalam kondisi meninggal dunia, pada Minggu (13/9/2021).

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolairud Polda Sultra AKBP Ruly Indra Wijayanto mengatakan pihaknya sudah memeriksa nakhoda dan sejumlah anak buah kapal atau ABK.

Baca juga: Warga Muna yang Hilang Gegara Ditabrak Kapal Tugboat Ditemukan Meninggal Dunia

"Saat ini masih tahap proses penyelidikan, setelah bukti-bukti cukup kami akan tingkatkan ke proses penyidikan," ujar AKBP Ruly Indra Wijayanto saat ditemui di Markas Polairud Polda Sultra, Rabu (14/9/2021).

Saat proses penyidikan, lanjut Ruly, akan menentukan pasal yang bakal menjerat nakhoda dan ABK Tugboat Syukur 23.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolairud Polda Sultra AKBP Ruly Indra Wijayanto.(Foto: Fadli Aksar)
Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolairud Polda Sultra AKBP Ruly Indra Wijayanto.(Foto: Fadli Aksar) (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com))

Ia mengatakan, telah mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk menyita barang bukti kapal tugboat Syukur 23 beserta kapal tongkang.

Selain itu, polisi baret biru ini juga telah memeriksa 6 hingga 7 saksi dalam proses penyelidikan ini.

"Kami masih menunggu satu saksi dari ahli perairan. Sampai saat ini belum ada kendala untuk menuju ke tahap penyidikan," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved