Breaking News:

Kata KPI Soal Hasil Investigasi Internal Kasus Dugaan Pelecehan Tak Diungkap ke Publik

Kasus dugaan pelecehan dan perundungan di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih bergulir.

Editor: Clarissa Fauzany
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Gedung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang berlokasi di Jalan. Ir. H Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kasus dugaan pelecehan dan perundungan di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih bergulir.

Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah pihak termasuk kelima terlapor yakni RM, MP, RT, EO, dan CL.

Selain itu, KPI juga membentuk tim internal dalam rangka melakukan investigasi terkait peristiwa yang terjadi di institusinya itu.

Di sisi yang lain, KPI memberikan penjelasannya terkait hasil investigasi internal.

Baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Kekecewaan Korban atas Sikap KPI terkait Laporan Kasus Pelecehan Seksual

Dilansir Tribunnews.com, hasil investigasi internal yang dilakukan KPI tidak dipublikasikan. Hal itu pun menjadi sorotan bagi kuasa hukum korban.

Menanggapi hal tersebut, KPI berkilah bahwa hasil investigasi itu tidak untuk dipublikasikan.

Meski begitu, KPI menyebut bahwa komitmen pihaknya untuk mengusut kejadian yang dialami korban berinisial MS terus dilakukan.

"Jadi yang pertama sikap KPI sejak awal terkait kasus ini kan kita menghormati proses hukum. Soal investigasi internal itu adalah domain dari kebutuhan internal dan kami sudah kemudian memutuskan para terduga pelaku untuk dibebastugaskan agar bisa melaksanakan proses hukum. Itu menunjukkan komitmen kami dalam upaya menyelesaikan masalah ini," kata Komisioner KPI, Hardly Stefano, kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Selidiki Penyebab Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Polisi Periksa 25 Saksi Termasuk 7 Warga Binaan

Hardly yang juga anggota tim investigasi internal KPI mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan upaya penyelesaian kasus MS.

Ia menegaskan, siap memberikan hasil investigasi kepada polisi jika diperlukan dan menjamin hasil investigasi internal KPI tak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved