Breaking News:

Kasus Dugaan Pelecehan di KPI: Kuasa Hukum Sebut Korban Diminta Cabut Laporan

Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih bergulir.

Editor: Clarissa Fauzany
Warta Kota
ILUSTRASI pelecehan seksual 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih bergulir.

Diberitakan sebelumnya, seorang pegawai KPI berinisial MS mengaku menjadi korban perundungan dan pelecehan oleh sesama pegawai.

Sementara menurut informasi terbaru, korban diminta berdamai dan mencabut laporan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh kuasa hukum korban, Rony E Hutahaean.

Baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Kekecewaan Korban atas Sikap KPI terkait Laporan Kasus Pelecehan Seksual

Dikatakan kliennya sempat diberikan empat poin rencana damai yang cenderung merugikan.

“Salah satu adalah mencabut laporan polisi. Kedua, adalah meminta maaf dan menyampaikan bahwa perundungan dan pelecehan seksual itu tidak ada,” kata Rony, saat dihubungi, Jumat (10/9/2021).

Rony menuturkan, kliennya disodorkan surat damai tersebut ketika bertemu dengan para terduga pelaku di kantor KPI, Jakarta, pada Rabu (8/9/2021).

Kendati begitu, ia menyatakan poin rencana damai itu tidak bisa diterima oleh MS.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Bekasi

Di sisi lain, Rony pun meminta kliennya untuk tidak menandatangani surat apa pun yang disodorkan dalam pertemuan itu.

“Sehingga beliau merasa ini tidak benar, kok saya korban, kok saya yang minta maaf lalu disuruh cabut laporan polisi,” imbuh dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved