Update Konflik Afghanistan: Bandara Kabul Nampak Sepi, AS Bantah Telantarkan Anjing
Berikut update kondisi Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut update terkini situasi konflik Afghanistan.
Sebelumnya, pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO ditarik dari Afghanistan.
Presiden AS Joe Biden mengatakan, penarikan pasukan ini merupakan pilihan terbaik untuk mengakhiri misi militer terpanjang.
"Kami berhasil dalam apa yang ingin kami lakukan di Afghanistan lebih dari satu dekade lalu. Dan kami tinggal selama satu dekade lagi. Sudah waktunya untuk mengakhiri perang ini," kata Biden, pada Selasa (31/8/2021) setelah tentara AS terakhir keluar dari bandara Kabul.
Baca juga: Dituding Lakukan Penganiayaan, Nicholas Sean Laporkan Balik Ayu Thalia
"Keputusan tentang Afghanistan ini bukan hanya tentang Afghanistan. Ini tentang mengakhiri era operasi militer besar untuk membentuk kembali negara lain," tambahnya.
Kepergian pasukan AS sekaligus mengakhiri perang Afghanistan yang telah berjalan selama 20 tahun.
Sementara, berikut update kondisi Afghanistan yang telah dirangkum Tribunnews.com.
1. Bandara Kabul Sepi

Dilaporkan Al Jazeera, bandara Kabul nampak sepi setelah penarikan pasukan AS berakhir.
Dikabarkan, Turki dan Qatar setuju membantu Taliban mengoperasikan Bandara Internasional Hamid Karzai, yang masih tertutup untuk pesawat komersial dan militer.
Baca juga: Gempa 3,6 Skala Richter di Puuwatu Dipicu Aktivitas Sesar North Kendari, BMKG Sebut Tak Ada Susulan
2. Penolong Biden Minta Bantuan
Seorang penerjemah Afghanistan yang pernah membantu menyelamatkan Joe Biden ketika masih menjadi senator serta dua orang pejabat AS meminta bantuan.
Diketahui saat itu helikopter yang ditumpangi Biden terdampar di badai salju di Afghanistan.
Kini penerjemah itu meminta Presiden AS menyelamatkan dia dan keluarga.
Dalam wawancaranya bersama The Wall Street Journal, Mohammed mengatakan dia, istri, dan keempat anaknya harus bersembunyi dari Taliban setelah bertahun-tahun gagal menuju AS.
"Jangan lupakan saya di sini," kata pria ini.
Baca juga: Perang afghanistan berakhir taliban tembakkan senjata ke udara dan mengumumkan kemerdekaan penuh
3. Hutang Budi Inggris pada Afghanistan
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada Rabu, mengatakan bahwa negaranya berhutang budi dengan warga Afghanistan yang bekerja untuk NATO selama pendudukan.
Namun belakangan Inggris dikecam karena sekitar 8.000 warga Afghanistan yang membantu pasukan NATO masih terdampar di bawah kekuasaan Taliban.
"Kami berutang besar kepada mereka yang bekerja dengan Angkatan Bersenjata di Afghanistan dan saya bertekad bahwa kami memberi mereka dan keluarga mereka dukungan yang mereka butuhkan untuk membangun kembali kehidupan mereka di sini di Inggris," kata Johnson.
4. AS Disebut Telantarkan Anjing

Departemen Pertahanan AS membantah laporan bahwa tentara meninggalkan beberapa anjing peliharaan di bandara Kabul selama penerbangan terakhir.
"Untuk mengoreksi laporan yang salah, militer AS tidak meninggalkan anjing di kandang di Bandara Internasional Hamid Karzai, termasuk anjing pekerja militer yang dilaporkan," kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam postingannya di media sosial.
Baca juga: Cerita Alshad Ahmad Pelihara Harimau di Rumah, Ungkap Keinginan Bangun Kebun Binatang
Dia menyebut foto yang viral menunjukkan anjing di penampungan hewan, bukan milik militer.
Sebelumnya, kelompok hak-hak hewan, PETA, mengaku seorang sumber mengatakan 60 anjing pelacak bom dan 60 anjing pekerja ditinggalkan di Kabul.
Masih menurut sumber dalam PETA, anjing-anjing itu "menderita dalam panas tanpa akses yang memadai ke makanan atau air."
5. AS Fasilitasi Aliran Bantuan untuk Afghanistan
Pemerintah AS mengeluarkan izin untuk terus memfasilitasi bantuan kemanusiaan di Afghanistan, kata seorang pejabat Departemen Keuangan kepada Reuters.
Diketahui Taliban yang kini menguasai Afghanistan masuk dalam daftar hitam AS.
Baca juga: Perpres Baru Jokowi Ubah Harga BBM, Ini Daftarnya di Seluruh Indonesia & Bunyi Pasal yang Diubah
Lisensi khusus yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan pada Rabu lalu, memberi wewenang kepada pemerintah AS dan kontraktornya untuk mendukung bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di Afghanistan.
Bantuan itu berupa makanan hingga obat-obatan, meskipun Taliban berada di bawah sanksi AS.
Sementara itu, Biden pada Selasa (31/8/2021) menandatangani undang-undang pemberian bantuan hingga $10 juta bagi warga AS yang telah dievakuasi dari Afghanistan selama dua tahun ke depan.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Konflik Afghanistan: Penolong Biden Minta Diselamatkan, AS Bantah Telantarkan Anjing di Kabul