Breaking News:

Berita Baubau

Tulis Opini di Media Massa, Seorang Pengacara di Baubau Dipolisikan PT Tiran Mineral di Polres Konut

Seorang Pengacara di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipolisikan PT Tiran Mineral akibat menulis opini di media massa.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Handover
Surat panggilan Kepolisian Resor atau Polres Konawe Utara untuk seorang pengacara di Kota Baubau, Dedi Ferianto. Seorang pengacara di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipolisikan PT Tiran Mineral akibat menulis opini di media massa. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Seorang pengacara di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipolisikan PT Tiran Mineral akibat menulis opini di media massa.

Pelaporan dilayangkan PT Tiran Mineral di Kepolisian Resor atau Polres Konawe Utara (Konut), Sultra, pada 9 Agustus 2021.

Dedi Ferianto dipolisikan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE

Dirinya mengakui menulis opini yang terbit pada 9 Agustus 2021berjudul "Prespektif Hukum Soal Duagaan Ilegal Mining PT Tiran Mineral".

Menurutnya, opini itu ditulis atas dasar keresahan polemik aktivitas pertambangan PT Tiran Mineral di Konut.

"Tulisan itu merupakan sikap saya sebagai praktisi hukum bidang ilegal mining karena sangat ramai di media massa soal polemik aktivitas pertambangan PT Tiran Mineral." jelasnya melalui telepon, Senin (23/8/2021).

"Dan soal dugaan ilegal mining PT Tiran Mineral itu, bukan saya yang bilang, tetapi sudah tersebar di media-media massa," lanjutnya.

Ia menegaskan, isi opini itu mempertanyakan status aktivitas pertambangan PT Tiran Indonesia di Konawe Utara.

Baca juga: PT Tiran Mineral Didemo, Dituding Klaim Punya Izin Menambang di Konawe Utara Tapi Tak Punya Bukti

Baca juga: Diduga Curi Ore Nikel, PT Tiran Klaim Legal di Sultra: Demonstran Kurang Paham

"Apakah izin PT Tiran Mineral di Konut saat ini merupakan izin Usaha Pertambangan (IUP) bidang produksi atau pemurnian nikel," imbuhnya.

"Karena PT Tiran yang menyebut melakukan pematangan untuk membangun smelter, tetapi di sisi lain juga melakukan produksi pertambangan di lokasi pematangan smelter," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved