Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Diduga Curi Ore Nikel, PT Tiran Klaim Legal di Sultra: Demonstran Kurang Paham

Humas PT Tiran Indonesia, La Pili, mengatakan, aktivitas pertambangan yang dilakukan legal secara hukum dan telah memenuhi prosedur yang berlaku. 

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)
Aktivitas bongkar muat ore nikel ke kapal tongkang dilakukan PT Tiran Mineral, pada Jumat, (11/6/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Tiran Indonesia di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga ilegal.

Atas dugaan itu, aksi demonstrasi memprotes berulang kali dilakukan. 

Demonstran meminta PT Tiran Indonesia menunjukkan legalitas aktivitas pertambangan di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara

PT Tiran Indonesia diduga mencuri ore nikel, padahal izin yang diberikan hanya untuk pembangunan smelter.

Baca juga: Fakta PT Tiran Bukan Penambang Ilegal Melainkan Perusahan Lain, PKPK: Tudingannya Salah Alamat

Baca juga: Bantah Beraktivitas Ilegal, PT Tiran Group: Punya Izin Lengkap Bangun Smelter dan Menambang di Konut

Baca juga: Disebut Tak Punya Izin, PT Tiran Mineral Diduga Curi Ore Nikel dan Merusak Hutan di Konawe Utara

Humas PT Tiran Indonesia, La Pili, mengatakan, aktivitas pertambangan yang dilakukan legal secara hukum dan telah memenuhi prosedur yang berlaku. 

Ia menambahkan, jika para demonstran kurang paham dengan duduk perkara. 

"Mereka yang aksi demo dengan mengangkat terus isu dan persoalan yang sama itu. Sepertinya mereka kurang paham atas apa yang terjadi di sana," ujar La Pili lewat pesan singkat Whatsapp Messenger, Senin (5/7/2021). 

PT Tiran Mineral didemo puluhan mahasiswa di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra), Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Senin (5/7/2021).
PT Tiran Mineral didemo puluhan mahasiswa di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra), Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Senin (5/7/2021). ((Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com))

Menurutnya, semua kegiatan di kawasan pembangunan Smelter merupakan bagian dari persiapan membangun Smelter.  

"Semua kegiatan yang ada dilokasi saat ini adalah bagian tahapan untuk menuju kesiapan Pembangunan Smellter itu sendiri," kata La Pili

Ia menambahkan, PT Tiran Indonesia mengantongi izin oprasional pembangunan Smelter. 

Tetapi dokumen itu tidak bisa diumabar di muka umum. 

Ia malah meminta kepada demonstran agar mempertanyakan izin tersebut di Dinas Perhubungan dan Dinas Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) Provinsi Sultra. 

"Jadi sekali lagi dokumen itu bukan untuk mau diumbar kemana-mana," ujarnya. 

"Masalah ini sebelumnya telah dijelaskan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sultra, Dinas Perhubungan, dan Dinas ESDM Sultra," imbuhnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved