Covid19 Kendari
Tim Penguburan Jenazah Pasien Covid-19 di Kendari Kerja hingga Malam Hari, Kini Dibantu PKB Sultra
Selain tenaga medis dan tenaga kesehatan, petugas pemulasaran jenazah dan penguburan pasien Covid-19 juga tengah sibuk-sibuknya di tengah pandemi ini.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ketua-dpw-pkb-sultra-jaelani-mendistribusikan-bantuan-sembako-kepada-petugas-penguburan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Selain tenaga medis dan tenaga kesehatan, petugas pemulasaran jenazah dan tim penguburan pasien Covid-19 juga tengah sibuk-sibuknya di tengah pandemi ini.
Dibandingkan dengan hari biasa, angka kasus kematian mengalami lonjakan di tengah pandemi Covid-19 ini, terlebih mereka dikebumikan dengan protokol kesehatan.
Bahkan dalam sehari, tim memakamkan jenazah Covid-19 lebih dari lima orang.
"Dibanding dengan hari biasa sebelum pandemi, pemakaman di masa pandemi ini cukup tinggi," kata Arfin (40) salah satu tim penguburan pasien Covid di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Punggolaka, Sabtu (7/8/2021).
Arfin menjelaskan, dengan tingginya jumlah warga yang meninggal, menambah beban kerja mereka.
Baca juga: PKB Sultra Dirikan Posko Aksi Melayani Isoman, Warga Bakal Dipasok Obat dan Makanan di Rumah
"Bahkan tim yang berjumlah 30 orang harus menggali dan memakamkan jenazah hingga malam hari," ujarnya.
Akibat tingginya beban kerja ini, juga bisa berdampak pada kondisi tubuh mereka.
Untuk itu, mereka berterimakasih atas segala bantuan yang diberikan oleh semua pihak, terkhusus pengurus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang datang langsung di TPU Punggolaka.
"Terimakasih atas dukungan dan bantuannya. Terimakasih kepada PKB, ketua Muhaimin Iskandar dan pak Jaelani. Semoga bantuan ini mendapat balasan yang setimpal," katanya.
Ia menyebut, ke 30 tim penguburan di TPU Punggolaka itu di antaranya, Iwan, Al Ashar, Herman, Syarif, Adman, Andri, Lamindaha, Harun, Misbar, Halim, La Polu dan La Kuhe.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sultra Jaelani mengatakan, petugas penguburan dan pemulasaran jenazah di RSUD Bahteramas Kendari juga bagian dari garda terdepan penanganan pandemi ini.
"Akhir-akhir ini, beban kerja tim pemulasaran jenazah dan penguburan ini bertambah seiring peningkatan kasus meninggalnya pasien Covid. Untuk itu, mereka perlu diberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi kita atas kerja-kerja kemanusiaan ini," kata Jaelani.
Ia melanjutkan, cerita dari tim pemulasaran dan penguburan pasien Covid-19 ini bagian dari kisah pilu di tengah pandemi mewabah di Sultra.
"Kita sangat sedih banyak sekali pasien yang terinfeksi Covid-19 meninggal dunia. Hal ini harus menjadi warning bagi kita semua betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.
Baca juga: RSUD Kota Kendari Akan Merekrut Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19, Sebelumnya Rekrut Perawat
Ia menuturkan, bantuan yang diberikan PKB ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dalam kolaborasi kemanusiaan.