Apriyani Rahayu

Terlalu Banyak Hinaan Diterima Apriyani Rahayu, Kata Sang Ayah Ungkap Perjuangan Putrinya

Euforia keberhasilan Apriyani Rahayu dan Greysia Polii meraih medali emas bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Pebulutangkis Apriyani Rahayu menangis saat menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pengalungan medali emas bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020, dan ayah Apriyani Amiruddin P saat diwawancara di kediamannya, Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Euforia keberhasilan Apriyani Rahayu dan Greysia Polii meraih medali emas bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa.

Begitupun di kampung halaman Apriyani, Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga Selasa (03/07/2021).

Apriani Rahayu yang menjadi pasangan ganda putri Greysia Polii merupakan putri Tolaki, berasal dari kampung yang berlokasi sekitar 66,1 kilometer (km) dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra itu.

Dari kampung inilah, kini Apriyani menorehkan prestasi dunia dengan meraih medali emas ganda putri bulutangkis bersama Greysia Polii di Olimpiade Tokyo 2020.

“Apriyani itu anak petani, anak dari pedesaan,” kata ayah Apriyani Rahayu, Amiruddin P.

Apriyani terlahir dari pasangan Amiruddin dan Sitti Djauhar.

Ibu Apriyani telah berpulang pada tahun 2015 silam.

Apriyani Rahayu lahir di Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra, 29 April 1998.

Amiruddin bercerita prestasi yang ditorehkan sang putri hingga meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 tidaklah mudah.

Berliku, terjal, bahkan penuh dengan hinaan dan cemoohan orang.

Baca juga: Pesan Ayah Apriyani Rahayu Usai Menyaksikan Kemenangan Putrinya di Olimpiade Tokyo 2020

“Awalnya banyak yang bilang dia tidak akan berhasil,” ujar Amiruddin.

Tak hanya sanksi dengan kemampuan yang dimiliki Apriyani.

Amiruddin menyebut terlalu banyak hinaan yang didapatkan saat awal mula sang putri merintis karir di dunia bulutangkis.

“Yang mengesankan selama saya antar Apri itu terlalu banyak hinaan,” jelas Amiruddin ditanya mengenai pengalaman paling berkesan selama putrinya merintis karir.

“Karena Apri kuat katanya karena ini, banyak songgi (sinonggi, makanan khas Sultra) padahal dia tidak tahu di rumah dia langsung mengatakan begitu,” katanya menambahkan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved