PPKM Kendari
Dampak PPKM, Hotel Horison Kota Kendari Alami Penurunan Pendapatan hingga 90 Persen
Dampak PPKM, Hotel Horison Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami penurunan pendapatan hingga 90 persen.
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/hotel-horison-jl-jenderal-ahmad-yani-kelurahan-bende-kecamatan-kadia-kota-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dampak PPKM, Hotel Horison Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami penurunan pendapatan hingga 90 persen.
General Manager atau GM Hotel Horison, Aldin Firdaus mengatakan, untuk satu bulan terakhir selama PPKM ada penurunan hingga 80 hingga 90 persen.
"Saya yakin ini bukan hanya di Horison namun di setiap hotel di Kendari," katanya saat ditemui di Hotel Horison, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Senin (2/8/2021).
Diketahui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diperpanjang.
Perpanjangan PPKM Kendari tersebut mulai berlaku Senin 26 Juli 2021 lalu hingga tanggal 2 Agustus 2021.
Dalam perpanjangan tersebut, Kota Kendari, Provinsi Sultra, masuk dalam PPKM Level 3.
Aldin juga mengungkapkan akibat dari dampak PPKM yang berlangsung, pihak hotel terpaksa merumahkan beberapa karyawan.
"Karyawan yang berstatus daily work atau pekerja harian itu kita rumahkan dengan tentu tidak mendapatakan penghasilan," ujarnya.
Baca juga: Hari Ini Perpanjangan PPKM Level 3 Kendari Berakhir, Wali Kota Tunggu Instruksi Pemerintah Pusat
Baca juga: PPKM Level 3 Kendari Dinilai Berdampak Buruk, Mahasiswa Blokade Jalan Menuju Kantor Wali Kota
Namun hal itu, Aldin kembali menerangkan pengistirahatan beberapa karyawan itu tak berlangsung lama.
"Cukup 3 sampai 4 hari kemudian kami panggil kembali," ungkap Aldin menerangkan, Senin (2/8/2021)
Untuk diketahui pula, pendapatan hotel yang mengalami penurunan yaitu pada sektor meeting seperti kegitan atau pernikahan.
"Banyak kemudian yang cancel padahal itu merupakan pendapatan tertinggi pada setiap hotel," ucapnya
Dengan tingkat kasus yang semakin menurun Aldin berharap keadaan ini tak berlarut larut hingga menimbulkan kerugian yang semakin parah pada seluruh sektor bisnis di Kota Kendari.
"Agar pandemi segera berakhir dan kita selalu mensuport kebijakan pemerintah begitupun dengan karyawan agar tetap semangat karena seyogyanya Kota Kendari masih kondusif daripada rekan kita yang ada di daerah lain," tuturnya(*)
(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)