Covid19 Kendari
Update Covid-19 Kendari: Kasus Harian Positif Bertambah 108 Orang, Meninggal 1 Orang
Update kasus harian Covid-19 Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)Rabu (21/7/2021).
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/update-kasus-harian-covid-19-kota-kendari-provinsi-sulawesi-tenggara-sultra-rabu-2172021.jpg)
Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi Rakor diikuti melalui video conferenc terkait penanganan Covid-19.
Rakor itu diikuti Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Wakilnya, Siska Karina Imran dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari gedung Media Center Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari, Senin (19/7/2021).
Rapat ini turut dihadiri Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin, MenKo Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkes Budi Gunadi, Kapolri, Kejagung, gubernur dan bupati/wali kota se Indonesia.
Presiden Jokowi meminta kepala daerah memperkuat kepemimpinan lapangan, termasuk di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mulai dari pimpinan provinsi hingga ke tingkat desa termasuk juga para tokoh masyarakat dan agama.
“Jangan sampai akibat salah kebijakan kasus meningkat dan ketersediaan ruang isolasi tidak cukup maka akan menyebabkan kolaps,” katanya melalui video conference, Senin (19/7/2021).
Kata Jokowi akhir pandemi Covid-19 tidak bisa diprediksi seiring munculnya berbagai varian baru.
“Kota butuh ketahanan nafas yang panjang untuk itu, saya minta gubernur, bupati/wali kota terus fokus pada masalah ini baik dalam penanganan Covid-19 maupun ekonomi saya minta mesin organisasi di jalankan sebaik-baiknya,” ucap Presiden.
Menurut Jokowi, kunci penanganan Covid-19 adalah dengan melaksanakan vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan (Prokes).
Sehingga presiden meminta prokes di lapangan ditingkatkan serta terus sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19.
Presiden juga menginstruksikan agar penyiapan isolasi terpusat bagi pasien Covid-19. Supaya tidak terjadi penyebaran yang cepat.
Selain itu, percepatan bantuan sosial bagi UMKM, dana desa serta perlindungan sosial yang sangat diharapkan masyarakat kurang mampu. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)