Covid19 Kendari
Update Covid-19 Kendari: Kasus Harian Positif Bertambah 108 Orang, Meninggal 1 Orang
Update kasus harian Covid-19 Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)Rabu (21/7/2021).
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/update-kasus-harian-covid-19-kota-kendari-provinsi-sulawesi-tenggara-sultra-rabu-2172021.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Update kasus harian Covid-19 Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu (21/7/2021).
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari mencatat, dalam sehari jumlah kasus positif virus corona mencapai 108 orang.
Dari jumlah kasus positif Covid-19 Kendari terbanyak berada di Kecamatan Baruga, Kambu dan Wua-Wua.
Sehingga jumlah terkonfirmasi positif mencapai 896 orang, dengan total sebanyak 6112.
Sedangkan 1 orang dinyatakan meninggal dunia, sehingga total meninggal akibat Covid-19 sebanyak 80 orang.
Total Kasus Sembuh Sebanyak 5.236 orang. Dengan persentasi kesembuhan mencapai 84,29 persen.
Baca juga: Update Covid-19 Sultra Rabu 21 Juli 2021: Meninggal Bertambah 3 Orang, Kasus Positif Berjumlah 206
Berikut sebaran kasus Covid-19 per kecamatan di Kota Kendari Rabu (21/7/2021).
Kasus Positif 108 orang:
KEC BARUGA 19 ORANG
KEC KADIA 6 ORANG
KEC KAMBU 16 ORANG
KEC KENDARI BARAT 15 ORANG
KEC MANDONGA 11 ORANG
KEC POASIA 11 ORANG
KEC PUUWATU 6 ORANG
KEC WUA-WUA 16 ORANG
KEC ABELI 3 ORANG
KEC KENDARI 4 ORANG
KEC NAMBO 1 ORANG
Sebaran Kasus Sembuh 88 Orang
KEC KENDARI BARAT 9 ORANG
KEC KADIA 12 ORANG
KEC MANDONGA 9 ORANG
KEC PUUWATU 7 ORANG
KEC POASIA 12 ORANG
KEC BARUGA 7 ORANG
KEC ABELI 2 ORANG
KEC KAMBU 18 ORANG
KEC KENDARI 2 ORANG
KEC WUA-WUA 10 ORANG
Baca juga: Wali Kota Kendari Klaim Covid-19 Melandai Selama PPKM Mikro: Kasus Positif dan Sembuh Seimbang
Jubir Satgas Covid-19 Kendari, Al Gazali dalam keterangan berharap masyarakat ikut mensukseskan vaksinasi masal
"Demi ikhtiar kita melawan Covid-19, mari sukseskan vaksinasi di Kota Kendari . Jangan takut untuk Vaksin," katanya.
Tetap menerapkan 5M ( Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan, dan Membatasi Mobilitas). Bersama Kita melawan Covid-19.
Presiden Ingatkan Ketersediaan Ruang Isolasi
Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah, termasuk Wali Kota Kendari soal ketersediaan ruang isolasi Covid-19.
Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi Rakor diikuti melalui video conferenc terkait penanganan Covid-19.
Rakor itu diikuti Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Wakilnya, Siska Karina Imran dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari gedung Media Center Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari, Senin (19/7/2021).
Rapat ini turut dihadiri Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin, MenKo Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkes Budi Gunadi, Kapolri, Kejagung, gubernur dan bupati/wali kota se Indonesia.
Presiden Jokowi meminta kepala daerah memperkuat kepemimpinan lapangan, termasuk di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mulai dari pimpinan provinsi hingga ke tingkat desa termasuk juga para tokoh masyarakat dan agama.
“Jangan sampai akibat salah kebijakan kasus meningkat dan ketersediaan ruang isolasi tidak cukup maka akan menyebabkan kolaps,” katanya melalui video conference, Senin (19/7/2021).
Kata Jokowi akhir pandemi Covid-19 tidak bisa diprediksi seiring munculnya berbagai varian baru.
“Kota butuh ketahanan nafas yang panjang untuk itu, saya minta gubernur, bupati/wali kota terus fokus pada masalah ini baik dalam penanganan Covid-19 maupun ekonomi saya minta mesin organisasi di jalankan sebaik-baiknya,” ucap Presiden.
Menurut Jokowi, kunci penanganan Covid-19 adalah dengan melaksanakan vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan (Prokes).
Sehingga presiden meminta prokes di lapangan ditingkatkan serta terus sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19.
Presiden juga menginstruksikan agar penyiapan isolasi terpusat bagi pasien Covid-19. Supaya tidak terjadi penyebaran yang cepat.
Selain itu, percepatan bantuan sosial bagi UMKM, dana desa serta perlindungan sosial yang sangat diharapkan masyarakat kurang mampu. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)