Siang Bolong Mantan Satpam Rampok Bank Tempatnya Dulu Bekerja, gara-gara Kecanduan Game Online

Ia merampok bank tempatnya dulu bekerja di Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Editor: Ifa Nabila
Tribunnews.com
Ilustrasi uang. Mantan satpam merampok bank tempatnya dulu bekerja di Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Aksi nekat dilakukan seorang pria yang merupakan mantan satpam.

Ia merampok bank tempatnya dulu bekerja di Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Pelaku merampas puluhan juta untuk kebutuhan main game online.

Baca juga: Habis Bunuh Paman, Pria Ini Santai Makan Malam hingga Diamuk Warga: Dia Belajar Ilmu Kebatinan

Uang Rp 35 juta dia bawa kabur dia belanjakan untuk deposit main judi online.

Aksi perampokan nekat ini terjadi di siang bolong pada hari Jumat (16/7/2021) siang.

Tersangka ditangkap Polres Pagar Alam kurang dari 48 jam setelah aksi perampokan.

Tersangka yaitu Hendro Kurniawan (35) warga Gunung Agung Lama Kecamatan Dempo Utara. Tersangka ditangkap Minggu (18/7/2021) di Provinsi Bengkulu.

Hendro ternyata mantan satpam di bank tersebut.

Baca juga: Kuli Bangunan Lecehkan Gadis saat Sedang Naik Motor, Korban Langsung Teriak Sambil Kejar Pelaku

Dari hasil pengakuan dan keterangan tersangka, dirinya nekad melakukan aksi perampokan sendiri disiang bolong tersebut karena banyak terlilit hutang.

"Saya sedang banyak utang pak, bahkan utang saya juga banyak di bank," ujar tersangka Hendro saat diwawancara sripoku.com, Senin (19/7/2021).

Dikatakan Hendro dirinya mengaku tidak merencanakan aksi tersebut, namun saat itu dirinya sedang bingung mencari uang untuk membayar utang.

"Tidak saya rencanakan pak, tiba-tiba terlintas niat untuk merampok di bank yang menjadi tempat saya bekerja dulu. Saya bekerja di bank sebagai satpam selama 10 tahun," katanya.

Baca juga: Kakek 72 Tahun Mengeluh Kena Santet, Pergi dari Rumah dan Ditemukan Tewas di Tumpukan Sampah Sungai

Sementara itu Kapolres Pagar Alam AKBP Dolly Gumara SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Najamudin menjelaskan, uang hasil rampokan tersangka diakui sebanyak Rp 48.500.000, bahkan sudah dipergunakan sebanyak Rp 35 juta untuk berjudi online.

"Pelaku ini banyak utang karena kecanduan judi online. Bahkan hasil rampokannya sudah dideposit sebanyak Rp 35 juta untuk judi online," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved