Breaking News:

Idul Adha 2021

Malam Takbiran Dibolehkan Hanya 5 Orang, Hanya Digelar di Masjid Berstatus Zona Kuning dan Hijau

Malam takbiran hanya boleh digelar 1 jam kemudian disiarkan melalui teleconference dan audio, jemaah dibatasi maksimal hanya 5 orang.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
(Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com)
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara ( Kanwil Kemenag Sultra), Fesal Musaad. Pelaksanaan malam takbiran hanya boleh digelar 1 jam, disiarkan melalui teleconference dan audio, jemaah dibatasi maksimal hanya 5 orang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pelaksanaan malam takbiran hanya boleh digelar 1 jam, disiarkan melalui teleconference dan audio, jemaah dibatasi maksimal hanya 5 orang.

Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 16 tahun 2021 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan malam takbiran, shalat idul adha, dan pelaksanaan qurban tahun 1442 H/2021 M di luar wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara ( Kanwil Kemenag Sultra), Fesal Musaad mengatakan, jamaah yang ikut dalam malam takbiran wajib dalam kondisi sehat, suhu badan di bawah 37 derajat celcius.

Hanya boleh diikuti oleh jemaah dengan usia 18 sampai dengan 59 tahun.

"Malam takbiran hanya dapat diselenggarakan di masjid atau mushalla dengan status risiko penyebaran Covid-19 zona hijau dan zona kuning," kata Fesal Musaad di kantornya, Senin (19/7/2021).

Selanjutnya, masjid atau mushalla yang menyelenggarakan malam takbiran wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh seperti thermogun.

Baca juga: Shalat Idul Adha 2021 Boleh Digelar untuk Kabupaten/Kota Zona Kuning dan Hijau dengan Izin Pemda

Fesal menyebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 masjid atau musallah wajib menyediakan hand sanitizer, sarana mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan air mengalir, masker medis.

Kemudian menerapkan pembatasan jarak dan memastikan tidak ada kerumunan, serta melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah penyelenggaraan malam takbiran.

"Saat malam takbiran hanya dapat diikuti oleh jemaah masjid atau mushalla dari warga setempat dengan ketentuan maksimal 10 persen dari kapasitas ruangan, dengan pengaturan bergantian maksimal 5 jamaah," katanya.

Sementara untuk takbir keliling ditiadakan hal itu wajib dipatuhi oleh semua zona penyebaran Covid-19 untuk semua daerah di Sultra.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved