Pelantikan Bupati Wakatobi

Profil Haliana Bupati Wakatobi 2021-2024, Punya Harta Kekayaan Rp31 Miliar, 3 Kapal, Emas Rp3 Miliar

Simak profil Bupati Wakatobi periode 2021-2024, Haliana, punya harta kekayaan Rp30 miliar, 3 kapal,  hingga logam mulia atau emas senilai Rp3 miliar

Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Profil Bupati Wakatobi periode 2021-2024, Haliana, punya harta kekayaan Rp30 miliar, 3 kapal,  hingga logam mulia atau emas senilai Rp3 miliar. 

Pasangan Haliana-Ilmiati Daud (HATI) ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Wakatobi 2020 dengan perolehan suara sebanyak 31.937 atau 51, 65 persen dari total 61.838 suara sah.

Pasangan HATI unggul dari calon Bupati Wakatobi petahana yakni Arhawi yang berpasangan Hardin Laomo (HALO).

Paslon HALO meraup 29.901 suara, selisih 2.036 suara dari paslon Hati yang menjadi pemenang Pilkada Wakatobi 2020.

Pilkada Wakatobi 2020 sempat bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) setelah paslon HALO mengajukan sengketa.

Namun, MK menolak sengketa Pilkada 2020 di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang diajukan pihak pemohon yakni paslon HALO pada sidang Rabu (27/01/2021).

Diketahui, Pilkada Wakatobi 2020 menjadi pertarungan kedua antara Haliana dan Arhawi.

Pada Pilkada Wakatobi 2015 silam, Arhawi yang kala itu berpasangan Ilmiati Daud berhasil unggul dari Haliana yang berpasangan Muhammad Syawal.

Kala itu, Arhawi-Ilmiati Daud unggul tipis dengan perolehan suara 28.872 atau 50,69 persen dari Arhawi-Syawal yang meraup 28.091 suara atau 49,31 persen.

Pada Pilkada Wakatobi 2020, Haliani kembali menantang Arhawi sebagai petahana Bupati Wakatobi.

Kali ini, dia menggaet Ilmiati Daud yang merupakan Wakil Bupati Wakatobi yang sebelumnya berpasangan Arhawi.

Pasangan dengan akronim HATI ini diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP), Partai Bulan Bintang ( PBB), dan Partai Nasdem.

Sedangkan, Arhawi maju Pilkada Wakatobi 2020 berpasangan Hardin La Omo.

Arhawi merupakan Bupati Wakatobi petahana, Hardin merupakan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi.

Arhawi dan Hardin diusung koalisi Partai Golkar, PAN, Partai Hanura, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.

Visi, Misi, Program Haliana-Ilmiati Daud

Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi periode 2021-2024 Haliani dan Ilmiati Daud.
Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi periode 2021-2024 Haliani dan Ilmiati Daud. (handover Facebook Sahabat Ilmiati Daud (SID))

Pasangan Haliana dan Ilmiati Daud mengusung visi Wakatobi Menjadi Kabupaten Konservasi yang Sentosa.

“Refleksi pembangunan daerah dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, kami mengajak seluruh komponen dapat berkonstribusi pada visi yang kami canangkan yakni Wakatobi Menjadi Kabupaten Konservasi yang Sentosa,” kata Haliana pada pemaparan visi dan misi beberapa waktu lalu.

Haliana menjelaskan sumber daya alam (SDA) Wakatobi penting keberadaannya.

Tidak hanya bagi masyarakat Wakatobi tapi juga penting bagi Sulawesi Tenggara, Indonesia, bahkan dunia.

Posisi strategis Wakatobi sebagai pusat karang besar dunia, taman nasional, dan kawasan cagar biosfer bumi telah menjadi perhatian berbagai pihak.

Baik sekadar menikmati keindahan bawah laut, khas kuliner, budaya, atau menjadikannya tempat penelitian serta peluang berinvestasi.

Selanjutnya, Haliana mengutip UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Masyarakat.

UU tersebut menjelaskan kesejahteraan masyarakat adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Namun, merujuk angka kemiskinan Kabupaten Wakatobi tahun 2019 sebesar 14,75% atau sekitar 14 ribu jiwa justru masih sangat jauh di bawah rata-rata provinsi yakni 11,04 persen dan nasional 9,25 persen.

Untuk itu, katanya, penyediaan akses dan kesempatan berusaha, pelayanan kesehatan yang baik, pelayanan pendidikan dasar yang baik, pelayanan pemukiman dan perumahan, dan akses pelayanan pelatihan dan modal usaha dan pemasaran hasil usaha wajib disediakan oleh pemerintah.

Lapangan pekerjaan harus dibuka dan diciptakan.

Menurutnya, peran stakeholders seperti NGO dan swasta akan sangat penting bagi pembangunan Wakatobi yang berkelanjutan.

Diperlukan semangat kolaborasi untuk menghasilkan karya dan cipta untuk pembangunan yang berkelanjutan.

“Pasangan Hati Emas hadir sebagai harapan bersama akan mewujudkan kesejahteraan Kabupaten Wakatobi untuk mengentaskan kemiskinan menuju masyarakat yang sentosa,” ujar Haliana.

Dia menambahkan visi tersebut menjadi komitmen dan keberpihakan untuk menciptakan masyarakat sehat, cerdas, sejahtera, dan religius.

Melalui misi meningkatkan potensi sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk pertumbuhan yang berkualitas, peningkatan pelayanan publik, peningkatan infrastruktur, dan ikatan sumber daya alam berkelanjutan.

"Konsep pembangunan berkelanjutan yang menjadikan konservasi sebagai semesta luas pembangunan daerah," jelasnya.

Dengan tiga leading sektor yakni pariwisata, perikanan dan kelautan, serta ketahanan pangan.

"Visi misi tersebut merupakan refleksi dan cita-cita besar pendiri bangsa Indonesia yang menginginkan bangsa Indonesia menjadi Sentosa yang tertuang dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945. Mari bersama Berhati Emas Masyarakat harus sejahtera, merdeka,” katanya.(*)

Ikuti Berita Pelantikan Bupati Wakatobi

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved