Virus Corona
PPNI Catat Ada 325 Perawat yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Persatuan Perawat Nasional Indoneisa (PPNI) mencatat sudah ada 325 perawat meninggal dunia akibat Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/tenaga-medis.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pandemi Covid-19 atau virus corona belum bisa dikatakan selesai.
Hingga kini, sejumlah negara termasuk Indonesia masih mencatat adanya penambahan kasus dari hari ke hari.
Di Indonesia, kasus virus corona disebut tengah mengalami lonjakan atau kenaikan secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Selain penambahan kasus infeksi, Indonesia juga mencatat penambahan kasus meninggal akibat ternfeksi virus corona.
Di antara catatan-catatan kasus tersebut, terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang gugur dalam bertugas.
Baca juga: Kata Pihak RSUD di Ponorogo Soal Video Pasien Covid-19 Membludak hingga Kamar Isolasi Penuh
Dilansir dari Tribunnews.com, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indoneisa (PPNI), Harif Fadhillah menyebut sudah ada 325 perawat meninggal dunia akibat Covid-19.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu seorang perawat di Wisma Atlet Jakarta dilaporkan gugur.
Harif mengatakan, setelah kejadian itu, ada tiga perawat di daerah lain yang juga meninggal dunia karena Covid-19.
"Tepatnya, 325. Jadi setelah di Wisma Atlet, ada tiga lagi, satu Jogja, satu Jakarta, satu Karawang. Itu data yang masuk ke kami," ucap Harif, dikutip dari Diskusi Virtual MNC Trijaya FM, Sabtu (26/5/2021).
Baca juga: Tanggapan Pihak RS Soal Video Wanita Alami Kejang serta Tangan Kaku setelah Divaksin Covid-19
"Mereka meninggal dunia dan dinyatakan Covid-19. Itu kan kita harus analisis kronologinya. Kita belum sampai sana," imbuh dia.
Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 di pekan ini bisa disebut sebagai situasi krisis.
Sebab, beberapa rumah sakit (RS) khususnya Jakarta dan sekitarnya sudah cukup penuh.
"Kita lihat beberapa rumah sakit khususnya di Jabodetabek sudah cukup penuh. Bahkan ruang IGD menjadi ruang rawat," lanjut Harif.
Baca juga: Waspada Covid-19, Kapan Seseorang Harus Jalani Karantina? Berikut Penjelasan Satgas Covid-19
Selain masalah lonjakan kasus, kata Harif, tenaga kesehatan (nakes) belum juga mendapat tambahan personel.
Padahal, jumlah kebutuhan nakes ini berbanding lurus dengan semakin banyak pasien Covid-19.