Virus Corona
PPNI Catat Ada 325 Perawat yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Persatuan Perawat Nasional Indoneisa (PPNI) mencatat sudah ada 325 perawat meninggal dunia akibat Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/tenaga-medis.jpg)
Ia mengatakan, para nakes dalam menjalankan tugasnya, mengalami kelelahan secar fisik maupun mental.
Lelah mental yang dimaksud, yakni melihat antrean panjang pasien Covid-19 yang masuk ke RS.
"Pasti teman-teman kami cukup merasa kelelahan baik fisik maupun mental. Mental ini bukan tekanan luar, tapi melihat kondisi pasien yang antri rasanya ini bagaimana," kata Harif.
Baca juga: Mengenal Covid-19 Varian Delta yang Disebut Jadi Penyebab Lonjakan Kasus di Indonesia
"Petugas kesehatan ini empatinya ke sana. Kadang-kadang itu dibawa ke dalam pemikiran, kok bisa seperti ini. Ini yang kadang-kadang menjadi beban mental kita," sambungnya.
Lanjutnya, perawat punya kerentanan yang tinggi terhadap paparan virus Covid-19.
Sehingga, kata Harif, para perawat perlu mendapat perlindungan ganda agar tak semakin banyak nakes yang gugur.
"Selain vaksin, kita juga harus ada pertahanan tubuh kita, yaitu daya tahan dengan bertambahnya beban fisik plus mental itu secara langsung dapat menurunkan imunitas kita. Ini yang menjadi kekhawatiran bahwa kita tidak bisa menahan berapa nakes yang terpapar. Ujung-ujungnya masyarakat rugi. Kita harus punya double protection, baik itu fisik maupun non fisik. Itu harus diperhatikan," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 325 Perawat Gugur Akibat Covid-19, PPNI Sebut Para Nakes Lelah secara Fisik dan Mental
(Tribunnews.com/Shella Latifa A)