Breaking News:

Berita Kendari

Pengurusan Sertifikasi Halal Pelaku Usaha Meningkat Selama Pandemi, BI Sultra: Efek Ekonomi Syariah

Bank Indonesia Sulawesi Tenggara ( BI Sultra ) menilai penerapan ekonomi dan keuangan syariah memilik dampak bagi pengurusan sertifikasi pelaku usaha.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sultra, Bimo Epyanto, saat memberi sambutan Road To Fesyar 2021 di Zahra Hotel Kendari, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Bank Indonesia Sulawesi Tenggara ( BI Sultra ) menilai penerapan ekonomi dan keuangan syariah memilik dampak bagi pengurusan sertifikasi pelaku usaha.

Seperti pengurusan sertifikasi halal untuk usaha yang meningkat selama pandemi Covid-19

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Bimo Epyanto, menilai ekonomi dan keuangan syariah diyakini dapat berperan mendukung upaya pemerintah dalam meminimalisasi dampak sosial akibat melemahnya kegiatan perekonomian. 

Menurut Bimo, sejak awal 2020 saat pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia dan memberikan dampak yang begitu signifikan diberbagai sektor, tidak terkecuali sektor ekonomi.

Social distancing diberlakukan demi meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

"Itu cukup memiliki efek samping pada penurunan aktivitas pelaku ekonomi dan secara tidak langsung berdampak pada kontraksi pertumbuhan ekonomi baik di tingkat global, nasional maupun regional," kata Bimo saat memberi sambutan Road To Fesyar 2021 di Zahra Hotel Kendari, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: BI Sultra Hadirkan Road To Fesyar, Genjot Pemulihan Keuangan Secara Syariah di Sulawesi Tenggara

Dari data Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mencatat jumlah registrasi sertifikasi halal yang diajukan oleh pelaku usaha.

Selama masa pandemi Covid-19 justru cenderung meningkatkan, berdasarkan data LPPOM MUI pada triwulan I 2021, jumlah pengajuan registrasi sertifikasi halal sebanyak 314 pemohon.

"Kemudian meningkat menjadi 442 pemohon pada triwulan II 2021," jelas Bimo.

Selain itu, State of the Global Islamic economy report 2020-2021 mencatat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, posisi Indonesia di pasar Syariah global terus meningkat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved