Berita Kendari
Patung Robot Transformers Antravi Polres Kendari Rampung, Pesan Ancaman ke Pelanggar Lalu Lintas
Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kendari membuat robot Transformer dari knalpot bogar.
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
Patung robot ini memberi pesan ancaman pada para pelanggar lalu lintas.
Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kendari, IPDA Andi M Nurfadli saat ditemui mengatakan, robot itu diberi nama Robot Antravi atau Anti Traffic Violation.
Dalam bahasa Indonesia berarti anti pelanggaran lalu lintas.
Baca juga: Tak Hanya 1 Pelaku Curanmor, Polres Kendari Tangkap 4 Penadah Motor Curian dari Mubar dan Bombana
Nurfadli menjelaskan, knalpot tersebut paling banyak disita dari arena balapan liar para remaja di Kota Kendari.
"Karena hasil sitaan kami ini sangat banyak, makanya saya berinisiatif dan berdiskusi dengan teman-teman untuk membuat terobosan baru yakni pembuatan robot dari knalpot bogar ini sebagai monumen," ujarnya, Jumat (11/6/2021).
Satlantas Polres Kendari terus konsisten memberantas balap liar.
Selain untuk monumen, patung robot ini menyiratkan pesan moril yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait pembuatan robot tersebut.
"Supaya masyarakat juga bisa sadar nantinya, ternyata motor dengan suara bising itu telah meresahkan masyarakat sekitar," tambahnya.
Selain memberantas balap liar, Satlantas Polres Kendari juga bakal menyita setiap knalpot bising yang tidak sesuai peraturan.
"Penggunaan knalpot bogar ini sudah menjadi fokus kami untuk diberantas agar tertib berlalu lintas," beber Nurfadli.
Pesan ke Orangtua
Agar terlihat nyata, monumen patung robot Transformer yang diadaptasi dari komik Jepang tersebut akan diberi beberapa pernak-pernik.
"Jadi di bagian mata itu akan dipasangkan lampu yang tampak nyata seperti sorotan mata robot," ujar Nurfadli.
Orangtua yang menyaksikan robot tersebut dapat langsung mengerti pesan yang disampaikan.
Diharapkan orangtua bisa mencegah anaknya menggunakan knalpot bogar agar tak bermasalah hukum.
Lebih daripada itu, Nurfadli berharap, orangtua tegas melarang anaknya tak ugal-ugalan terlebih mengikuti balap liar.
"Ini sebagai bentuk kepedulian kami agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.(*)
(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)