Berita Kendari

Patung Robot Transformers Antravi Polres Kendari Rampung, Pesan Ancaman ke Pelanggar Lalu Lintas

Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kendari membuat robot Transformer dari knalpot bogar.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Patung Robot Transformers Antravi dari ratusan knalpot bogar sitaan itu telah rampung. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Patung Robot Transformers Antravi dari ratusan knalpot bogar sitaan itu telah rampung.

Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor atau Satlantas Polres Kendari membuat robot Transformer dari knalpot bogar.

Patung robot itu dicetuskan dari ide Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kendari, IPDA Andi M Nurfadli.

Sebagai bentuk karya perpisahan kepada Fadli panggilan sapaan Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kendari itu yang akan bertugas di Mabes Polri Jakarta.

Tampak patung robot tersebut dibuat sedemikian rupa persis seperti robot Transformer Diaclone.

Baca juga: Polres Kendari Sulap Knalpot Jadi Patung Robot Diaclone, Berantas Balap Liar, Pesan untuk Orangtua

Dengan paduan warna biru putih sesuai warna Lantas Polri, patung tersebut berdiri ke setinggi 4 meter.

Patung tersebut dipajang di Pos Lantas perempuan Tugu Religi Sultra atau eks MTQ.

Jika Anda melintas di wilayah itu, atau berhenti di lampu pengatur lalu lintas robot itu sudah terlihat meski dari kejauhan.

Sebab, patung robot tersebut menarik perhatian pengendara karena matanya merah terus menyala.

Terlebih patung robot itu dibuat setinggi 4 meter dan diberi warna yang mencolok sehingga menarik perhatian.

Pengendara atau penumpang pun tak jarang mengabadikan patung robot tersebut saat melintas.

Lalu video dan foto Patung Robot Antravi tersebut diunggah ke media sosial.

Dicetuskan Anggota Satlantas Polres Kendari

Sebelumnya Satuan Kepolisian Lalu Lintas atau Satlantas Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyulap ratusan knalpot bogar sitaan menjadi patung robot transformer, Diaclone.

Uniknya, robot yang dibuat dari knalpot bogar hasil sitaan Satlantas Polres Kendari tersebut memiliki tinggi mencapai empat meter.

Patung robot ini memberi pesan ancaman pada para pelanggar lalu lintas.

Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kendari, IPDA Andi M Nurfadli saat ditemui mengatakan, robot itu diberi nama Robot Antravi atau Anti Traffic Violation.

Dalam bahasa Indonesia berarti anti pelanggaran lalu lintas.

Baca juga: Tak Hanya 1 Pelaku Curanmor, Polres Kendari Tangkap 4 Penadah Motor Curian dari Mubar dan Bombana

Nurfadli menjelaskan, knalpot tersebut paling banyak disita dari arena balapan liar para remaja di Kota Kendari.

"Karena hasil sitaan kami ini sangat banyak, makanya saya berinisiatif dan berdiskusi dengan teman-teman untuk membuat terobosan baru yakni pembuatan robot dari knalpot bogar ini sebagai monumen," ujarnya, Jumat (11/6/2021).

Satlantas Polres Kendari terus konsisten memberantas balap liar.

Selain untuk monumen, patung robot ini menyiratkan pesan moril yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait pembuatan robot tersebut.

"Supaya masyarakat juga bisa sadar nantinya, ternyata motor dengan suara bising itu telah meresahkan masyarakat sekitar," tambahnya.

Selain memberantas balap liar, Satlantas Polres Kendari juga bakal menyita setiap knalpot bising yang tidak sesuai peraturan.

"Penggunaan knalpot bogar ini sudah menjadi fokus kami untuk diberantas agar tertib berlalu lintas," beber Nurfadli.

Pesan ke Orangtua

Agar terlihat nyata, monumen patung robot Transformer yang diadaptasi dari komik Jepang tersebut akan diberi beberapa pernak-pernik.

"Jadi di bagian mata itu akan dipasangkan lampu yang tampak nyata seperti sorotan mata robot," ujar Nurfadli.

Orangtua yang menyaksikan robot tersebut dapat langsung mengerti pesan yang disampaikan.

Diharapkan orangtua bisa mencegah anaknya menggunakan knalpot bogar agar tak bermasalah hukum.

Lebih daripada itu, Nurfadli berharap, orangtua tegas melarang anaknya tak ugal-ugalan terlebih mengikuti balap liar.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved