Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara
PARAH Jalan Rusak Penghubung Buton-Butur, Netizen Keluhkan Sampah dan Air Laut Penuhi Kubangan Jalan
Jalan rusak penghubung Buton-Butur dikeluhkan netizen. Bahkan sampah memenuhi badan jalan serta air laut mengisi kubangan jalan di Desa Waoleona.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Parah! Jalan rusak penghubung Kabupaten Buton dan Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), tampaknya sudah jenuhkan warga.
Untuk mengobati kekesalan akibat jalan rusak tersebut, seorang warga bahkan mengabadikan lewat video lalu mengunggah di media sosial.
Seperti yang dilakukan akun Facebook bernama Asnurreynardo.
Ia mengunggah video pendek berdurasi 30 detik menunjukan situasi terkini kondisi jalan rusak penghubung Buton-Butur.
Baca juga: Wakil Bupati Konawe Kepulauan Kembalikan Duit Korupsi Bank Sultra, Rp130 Juta Diamankan Polda
Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Anak Gubernur Sulawesi Tenggara Dirusak OTK, Kaca Pecah
Video pendek tersebut diunggah di Facebook pada 28 Mei 2021.
Jalan dalam video tersebut tepatnya berlokasi di Desa Waoleona, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sultra.
Hingga Minggu (30/5/2021), postingan Asnurreynardo tersebut telah menuai 19 like, 27 komentar, dan 26 kali dibagikan.

Dalam video pendek yang diunggah Asnurreynardo, memperlihatkan jalan rusak berpadu dengan sampah dan kubangan jalan yang terisi air laut.
Sampah dan air laut dalam kubangan itu diakibatkan pasang tinggi air laut yang tak diimbangi adanya talud penghalang ombak.
Hasilnya, ombak yang menghantam pantai yang telah abrasi memudahkan sampah dan air laut menepi hingga ke jalan raya.
Kerena kondisi jalan rusak, sepeda motor yang ditunggangi Asnurreynardo kesulitan melewati lajur tersebut.
"Jalan di ujung kampung Desa Waoleona rusak parah. Sampai-sampai sampah dan air laut naik hingga ke jalan," ujarnya dalam kolom komentar postingan tersebut membalas komentar netizen lainya.
Memelihat postingan jalan rusak tersebut, para netizen juga ikut berkomentar.
Seorang netizen yang berencana pulang ke kampung halaman sampai ragu melewati jalan tersebut karena air laut dalam kubangan berpotensi merusak sepeda motornya.
"Wah benar-benar parah ini, padahal minggu ini saya berencana mau pulang kampung melewati jalan itu," tulis netizen dengan nama akun Herman gas poll.
Untuk diketahui, Jalan penghubung Buton-Butur berstatus jalan provinsi.
Artinya, tanggung jawab perbaikannya merupakan tugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara.
Dalam catatan Pemprov Sultra, hingga tahun 2021 sepanjang 260 kilometer jalan rusak di Sultra belum diperbaiki.
Termasuk jalan rusak di Kabupaten Buton dan di Kabupaten Butur.
Dalih Keuangan
Pemprov Sultra tak mengetahui waktu penuntasan 260 kilometer jalan rusak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Abdul Rahim mengatakan, sekira 1.000 kilometer jalan provinsi, sekira 200 kilometer diantaranya rusak.
"Kami belum bisa pastikan kapan menuntaskan perbaikan jalan rusak," kata Abdul Rahim saat dihubungi melalui telepon, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Pemprov Tak Tahu Kapan Tuntaskan 260 Kilometer Jalan Rusak di Sultra, Abdul Rahim Bilang Begini
Abdul Rahim menjelaskan, tidak mudah memperbaiki jalan yang rusak, sebab bergantung keuangan daerah.
Ia berdalih, keuangan daerah tak cukup untuk membiayai perbaikan semua jalan rusak di Sultra.
"Memperbaiki jalan rusak itu tidak semudah membalikan telapak tangan," ujarnya.
Alasan keuangan ini berbanding terbalik dengan proyek mercusuar pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa yang menelan anggaran Rp1 triliun.
Tak ada alasan keuangan daerah minim untuk pembangunan mega proyek tersebut.
Pemerintah Provinsi bahkan tak segan mengutang uang berbunga untuk memuluskan pengerjaan jalan Wisata Kendari-Toronipa.
Terkait hal itu, Abdul Rahim menegaskan, hanya menjalankan tugas yang telah diprogramkan Gubernur.
"Kami hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar yang telah diprogramkan oleh pemerintah," ujarnya.
DPRD Dukung Gubernur
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta masyarakat tidak menyalahkan Gubernur Ali Mazi soal jalan rusak.
"Tak boleh masyarakat menyalahkan Gubernur Ali Mazi karena situasi saat ini," kata Ketua Komisi III DPRD Sultra Suwandi Andi saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (7/4/2021) malam.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu beralasan, situasi pandemi Covid-19 saat ini menjadi pemicu anggaran perbaikan jalan terbatas, sehingga harus tertunda.
Perihal pembangunan mega proyek jalan Wisata Kendari-Toronipa, Suwandi menilai gubernur berada di trek yang benar.
Suwandi melarang publik membandingkan perbaikan jalan rusak dengan mega proyek tersebut.
Ia mengklaim, Gubernur Ali Mazi sudah bijak membagi porsi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk jalan.
Seperti di kampung halaman Gubernur Ali Mazi Kabupaten Buton Tengah, cuma kebagian Rp1,3 miliar dari APBD 2021.
Anggaran itu diproyeksikan untuk perbaikan jalan dari Desa Waara menuju Pelabuhan Penyerangan Feri Wamengkoli-Baubau.
Suwandi mengungkapkan, perbaikan jalan untuk Kabupaten Buton dan Butur sempat direncanakan pada 2019, namun batal karena pandemi Covid-19 2020.
"Namun pemerintah tetap akan memperbaiki jalan tersebut, hanya saja butuh kesabaran dari warga," ujarnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)