Breaking News:

Wacana Provinsi Kepton

Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton Didukung Masyarakat Tapi Pemerintah Belum Punya Duit

Selasa siang (25/5/2021), ratusan warga berkumpul di Istana Ilmiah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
Anggota DPR-RI Amirul Tamim menyampaikan perasannya ketika berda di Warkop X Bro, Jl Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Jumat (26/3/2021). Diskusi rencana pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON - Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) didukung masyarakat, tapi pemerintah belum punya duit.

Selasa siang (25/5/2021), ratusan warga berkumpul di Istana Ilmiah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari pelataran gedung itu, pemuda mendeklarasikan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton.

Aksi massa mendorong pemekaran Provinsi Kepulauan Buton bukan sekali ini saja.

Baca juga: Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton, Deklarasi dan Alasan Mekar

Baca juga: Sultan Buton Deklarasi Pembentukan Provinsi Kepulauan Buton, 4 Maklumat Pemekaran Sulawesi Tenggara

Hampir tiap tahun deklarasi didengungkan sejak kurang lebih 10 tahun terus berulang-ulang.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Amirul Tamim, deklarasi dari akar rumput memang harus terus dipelihara.

Mantan Wali Kota Baubau dua periode itu mengatakan, deklarasi masyarakat merupakan pengingat agar elit politik tak lupa.

"Gerakan semacam itu memang patut dipelihara agar keinginan memekarkan Provinsi Kepulauan Buton itu tidak dilupakan," ujarnya lewat panggilan telepon, Rabu (26/5/2021).

Namun ia memberi catatan, agar gerakan satu dengan yang lainnya tidak saling menyalahkan karena pemekaran belum terlaksana hingga hari ini.

Ia membeberkan, alasan Provinsi Kepulauan Buton belum dimekarkan karena adanya moratorium dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved