Berita Kendari
SMP Negeri 9 Kendari Bersama Bulog Sultra Adakan MOU Penyediaan Beras untuk Guru
Kerja sama melalui MOU tersebut terkait penyediaan pangan seperti beras dan beberapa komoditi lainnya untuk para guru di SMP 9 Kendari.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/foto-mou-penyediaan-beras.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - SMP Negeri 9 Kendari mengadakan kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (24/5/2021).
Kerjasama melalui MOU tersebut terkait penyediaan pangan seperti beras dan beberapa komoditi lainnya untuk para guru di SMP 9 Kota Kendari.
Kepala Bulog Drive Sultra, Ermin Tora, menargetkan agar semua guru mendapatkan pasokan pangan dan akan selalu berkomitmen agar bisa menyediakan pangan khususnya beras dan komoditas lain dengan kualitas terjamin dengan harga yang lebih terjangkau.
"Rencana itu setiap guru sama dengan yang sudah kami salurkan ke ASN Provinsi sebelumnya itu umumnya 10kg perum orang tapi ada juga yang mengambil lebih dari itu, tidak ada batasan. Nanti tinggal mereka melakukan permintaan ke kami sesuai dengan jumlah guru yang ada disini," jelas Ermin.
Penandatanganan perjanjian ini sebagai permulaan sehingga diharapkan bisa dilakukan di sekolah lainnya.
"Alhamdulillah hari ini kami mulai dengan SMP 9 Kendari kami berharap ini bisa berlanjut untuk sekolah yang lainnya, diseluruh kabupaten dan kota se Sultra," ujarnya.
Baca juga: Giliran 7 SMK di Sultra Bakal Diajak Kerjasama Alfamidi, Alumninya Langsung Direkrut Jadi Karyawan
Menurut Ermin penyediaan ini tidak semata mata hanya sebagai penyaluran kepada masyarakat.
Tapi juga bagian dari tugas bulog dalam rangka penyediaan pangan dan stabilisasi harga pangan di masyarakat khususnya di Sultra.
Selain itu, dalam rangka membantu program pemerintah untuk menjadikan Sultra sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
"Tidak itu saja, ini juga bagian dari tugas kami dalam rangka menyerap hasil produksi petani yang ada di Sultra khususnya pengan beras, sehingga program pemerintah untuk menjadikan Sultra sebagai salah satu lumbung pangan nasional itu bisa kita dukung dan bisa kita mensupport karena memang Bulog sangat berperan melakukan pembelian gabah beras hasil petani," jelasnya.
Ermin juga menyampaikan, tentu hal ini bertujuan agar harga gabah bisa terjaga dan tidak jatuh saat musim panen.
"Itu akan tentu membuat petani kita semakin tetap bergairah melakukan produksi," kata dia.
Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut, karena ini sebagai upaya Bulog agar tetap bisa terus melakukan penyerapan kepada petani dan beras gabah produksi petani.
Juga sebagai upaya agar perputaran beras di gudang Bulog bisa berjalan dengan baik, sehingga fungsi dan tugas Bulog membantu petani bisa berjalan dengan baik.
"Intinya jika beras tidak tersalur berartikan space di gudang kami penuh, jika penuh saat musim panen kami tidak bisa menyerap hasil produksi beras petani sehingga harga beras di petani pasti akan anjlok," tutur Ermin.
Baca juga: SMP Negeri 5 Kendari Diusulkan Menjadi Lokasi Tes Komputer CPNS 2021