Pilrek UHO 2021
Tahapan Pilrek UHO Periode 2021-2025, Ketua Panitia : Masih Menunggu Surat Dari Kemendikbud
Lanjutan Pemilihan Rektor (pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2021-2025 masih menunggu surat dari Kemendikbud.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lanjutan Pemilihan Rektor (pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2021-2025 masih menunggu surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pilrek UHO Prof Weka Widyawati, melalui pesan whatsapp, Rabu (28/4/2021).
"Kami masih tunggu jawaban surat selanjutnya dari kementrian sehubungan dengan penyampaian hasil rapat senat 19 April lalu," kata Prof Weka.
TribunnewsSultra.com, sempat mendatangi ruang kerja ketua panitia untuk meminta penjelasan pelaksanaan pilrek.
Baca juga: Sampai Kapan Senat Tunda Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo, 10 Hari?
Baca juga: Tahapan Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo Belum Jelas, Senat Mulai Bungkam
Namun ruangan terkunci dan dalam keadaan gelap.
Sebelumnya, pilrek telah ditunda untuk kedua kalinya pada Senin (19/4/2021) lalu.
Sementara salah satu kandidat bakal calon rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun, dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon Rektor UHO Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Ditjen Dikti Kemendikbud.
Lantaran terbukti plagiat karya ilmah orang lain berdasarkan hasil pemeriksaan Dirjen Dikti Kemendikbud.
Prof Zamrun diberi kesempatan untuk mengklarifikasi ke Kemendikbud atas dugaan plagiasi tersebut.
Baca juga: Pilrek UHO Ditunda, Dr Mohammad Salam Dukung Kemendikbud: Jaga Kondusifitas Kampus
Baca juga: Pelapor Kasus Plagiat Prof Muhammad Zamrun Sebut Tidak Punya Kepentingan dengan Pilrek UHO
Ragukan Surat Kemendikbud
Ketua Panitia Pilrek UHO periode 2021-2025 ini, meragukan surat rekomendasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti).
Ia mengatakan, hasil audit Ditjen Dikti Kemendikbud tak transparaan.
Lantaran, tak menyampaikan hasil review audit yang mengatakan karya Prof Zamrun hasil plagiat.
Baca juga: Balon Rektor UHO dan Ketua Senat 2 Hari Tak Berkantor, ke Jakarta Klarifikasi Kasus Plagiat?
Ditjen Dikti juga tak menyebutkan siapa saja anggota tim audit serta kepakarannya.
"Hasil audit Ditjen Dikti Kemendikbud dikatakan berbeda dengan audit kami tahun 2017. Tetapi kementerian tidak mau menyampaikan hasil reviewnya, dan nama-nama serta kepakaran bidang ilmu orang yang mengaudit," ujarnya lewat pesan Whatsapp Masengger, Selasa (20/4/2021).
Ia mengatakan, audit tahun 2021 ini berbeda dengan tahun 2017 yang lebih trasparan terkait proses, termaksud nama tim yang dapat ditelusuri kepakarannya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)