Berita Kendari Terkini Hari Ini
Warga Kendari Penerima Bansos Tunai Diminta Segera Datang ke Kantor Pos Lepo-Lepo Sampai 30 April
Warga penerima bantuan sosial tunai (BST) diminta segera mendatangi kantor Pos Lepo-lepo untuk mencairkan uangnya.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/suasana-pencairan-bst.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Warga penerima bantuan sosial tunai (BST) diminta segera mendatangi kantor Pos Lepo-lepo untuk mencairkan uangnya.
Kantor Pos Lepo-Lepo berlokasi di Jl D I Panjaitan, Rabu (14/4/2021).
Bantuan tunai di Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki tahap akhir atau tahap 12 dan 13 terhitung sejak April 2021.
Kepala Kantor Pos Lepo-Lepo, Surya Hambali mengatakan pembayaran ini akan berlangsung hingga 30 April mendatang.
Baca juga: Seorang Wanita Tua di Kendari Kaget Karena Namanya Tak Masuk Penerima Bantuan Sosial
Baca juga: Apa Itu Bantuan Sosial Tunai atau BST Diterima Warga Setiap Bulan, Cara Cek Penerima dan Pencairan
“Sehingga bagi warga yang sudah mendapatkan informasi pencairan, kiranya segera ke kantor pos untuk melakukan penerimaan BST,” katanya di ruang kerjanya.
Data BST Berkurang
Penerima bantuan sosial tunai (BST) di Sulawesi Tenggara (Sultra) berkurang 20 ribu orang.
Data tersebut diketahui setelah kantor Pos hanya akan menyalurkan bansos tunai tahap ke 12 dan 13 ke 58.009 orang.
Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Pos Lepo-Lepo Kota Kendari, Surya Hambali.
"Ini dibayar sekaligus Rp600 ribu, Maret dan April. Di Sultra total penerima mencapai 58.009 KPM. Padahal tahap 11 terdapat 78969 KPM," kata Surya di Kantor Pos Lepo-Lepo, Kota Kendari, Jalan D I Panjaitan, Rabu (14/4/2021).
Data itu velum termasuk Kabupaten Wakatobi, Buton Raya dan Bau-Bau.
Sehingga dihapusnya penerima ini, Kantor Pos belum memastikan akan ada tahap susulan penyaluran.
Namun apabila ada tahapan susulan, pihaknya akan menginformasikan pada pihak dinsos masing-masing kabupaten dan kota.
“Untuk penurunan ini kami belum memastikan, karena pada tahap sebelumnya ada susulan, namun kali ini kami hanya fokus menyalurkan sesuai data,” ujarnya.
Nama Hilang