Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kendari Terkini Hari Ini

Warga Kendari Penerima Bansos Tunai Diminta Segera Datang ke Kantor Pos Lepo-Lepo Sampai 30 April

Warga penerima bantuan sosial tunai (BST) diminta segera mendatangi kantor Pos Lepo-lepo untuk mencairkan uangnya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto Warga Kendari Penerima Bansos Tunai Diminta Segera Datang ke Kantor Pos Lepo-Lepo Sampai 30 April
(Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com)
Suasana pencairan bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Lepo-Lepo, Jl D I Panjaitan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (14/4/2021). 

Wa Ene, warga Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari kaget karena tidak termasuk penerima bantuan sosial tunai atau BST.

Padahal ibu rumah tangga itu masuk daftar penerima di tahap sebelumnya.

Wa Ene, warga Kendari yang tidak menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), karena namanya tak masuk dalam daftar penerima. Wa Ene kaget karena sebelumnya pernah menerima bantuan berkala dari pemerintah tersebut.
Wa Ene, warga Kendari yang tidak menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), karena namanya tak masuk dalam daftar penerima. Wa Ene kaget karena sebelumnya pernah menerima bantuan berkala dari pemerintah tersebut. (Muhammad Israjab/ TribunnewsSultra.com)

Wa Ene saat menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) ke petugas loket Kantor Pos Lepo-Lepo namanya tidak termasuk sebagai penerima.

"Saya tidak sangka-sangka padahal sudah berapa kali saya terima," katanya di Kantor Pos Lepo-Lepo, Jalan D I Panjaitan, Rabu (14/4/2021).

Menurut Wa Ene, sudah mendapat panggilan sehingga dirinya hadir untuk menerima BST ini.

"Tidak mungkin saya datang kalau tidak di panggil, jam 10 saya datang. Tapi di cek KTP saya tidak menerima," kata Wa Ene.

Baca juga: Ada Apa Data Penerima Bansos Tunai Tahap Akhir di Sulawesi Tenggara Berkurang 20 Ribu Orang?

Baca juga: Data Penerima Bansos Tunai Tahap Terakhir di Kendari Berkurang 5 Ribu Orang, Ada Apa?

Penyaluran BST di Kota Kendari sudah memasuki tahap 12 dan 13 atau Maret dan April.

Jumlah diterima sebesar Rp600 ribu terhitung sejak bulan Maret dan April masing-masing sebanyak Rp300 ribu.

Nomor KTP Tidak Valid

Penyebab warga Kota Kendari tidak menerima bantuan sosial tunai (BST) karena nomor induk kependudukan atau NIK dengan kartu keluarga atau KK tidak valid.

Sebelumnya, Wa Ene warga Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari kaget karena tidak termasuk penerima BST, padahal selama ini selalu menerima.

Koordinator pendamping dari Dinas Sosial (Dinsos) Kendari, Saida Festi Muna Mbotu mengatakan bantuan akan disalurkna pada warga yang memliki identitas yang valid.

"Bantuan itu fokusnya pada NIK dan KK. Kalo keduanya tidak valid dengan Dukcapil otomatis akan menghambat bantuan, sebab fokus kami hanya melakukan pendampingan," katanya saat ditemui, Rabu (14/4/2021).

penerima BST hasil validasi merupakan kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos).

Sehingga, warga yang tak terima BST seperti dialami Wa Ene tak diketahui para pendamping termasuk Saida.

Bukan itu saja, tak terdaftarnya sebagai penerima BST dimungkinkan telah menerima jenis bantuan sosial lain pemerintah.

Seperti bantuansosial pangan (BSP), bantuan pangan non tunai (BPNT), serta bantuan program keluarga harapan (PKH). (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved