Berita Kendari Terkini Hari Ini
Kawasan Kumuh Puday-Lapulu Disulap Menjadi Tempat Wisata, Papalimbang Jadi Pemandu
Program revitalisasi kawasan ini untuk menjadi salah satu tempat wisata.sejumlah Papalimbang (ojek laut) diberdayakan menjadi pemandu wisata.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Revitalisasi kawasan kumuh di Kelurahan Puday-Lapulu mengusung konsep waterfront city, sebab berada di sekitar pesisir pantai.
Program revitalisasi kawasan ini untuk menjadi salah satu tempat wisata.
Tak hanya itu, sejumlah papalimbang (ojek laut) diberdayakan menjadi pemandu wisata (tour guide).
Ini terungkap saat pemaparan konsep penanganan kawasan pesisir di Kelurahan Puday-Lapulu, bersama Wali Kota Kendari, BPPW PUPR Sulawesi Tenggara (Sultra), Kepala Bapedda Kendari.
Dalam pemaparannya, Kepala Bapedda Kota Kendari Ridwansyah Taridala menyatakan konsep ini disebut sebagai cultural waterfront.
"Menata tambatan Papalimbang sebagai sarana wisata di Teluk Kendari. Mengakomodir Papalimbang dan membentuk komunitas sebagai pemandu wisata," kata Ridwansyah di ruang rapat Balai Prasarana Pemukiman wilayah Sultra, Jalan Laute Kecamatan Mandonga, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: PUPR Minta Pemkot Kendari Tuntaskan Dokumen Penataan Kawasan Puday-Lapulu Paling Lambat Bulan April
Baca juga: Jalan Sao-Sao Kendari Macet Menjelang Berbuka Puasa, Kendaraan Parkir di Tepi Jalan, Kerubuti Takjil
Selain itu akan di bangun 2 rumah susun warga atau rusunawa nelayan di Kelurahan Puday.
"Dengan menambah jumlah tower dari eksisting 2 unit menjadi 4 unit. Mengakomodir warga nelayan memiliki tempat tinggal terjangkau dan nyaman. Serta menghindari pembangun liar ke arah pantai," katanya.
Kawasan kumuh Puday-Lapulu akan menjadi ruang terbuka publik.
Seperti tempat kegiatan bermain, sarana olahraga, joging track, pusat kuliner, fasilitas untuk Papalimbang, WC dan parkiran.
PUPR Minta Kelengkapan Dokumen
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta kelengkapan dokumen penataan kawasan kumuh Puday-Lapulu hingga akhir April 2021.
Ini diungkapkan Kepala Seksi Wilayah I BPPW PUPR Sulawesi Tenggara (Sultra), Firman Aksara, usulan penataan lebih ke pesisir pantai.
"Sementara teman-teman di Pemkot diberikan waktu untuk menyiapkan dan melengkapi dokumen perencanaan hingg akhir April," katanya setelah menggelar pertemuan di ruang rapat Balai Prasarana Pemukiman wilayah Sultra, Jalan Laute Kecamatan Mandonga, Selasa (13/4/2021).

Sehingga jika dilengkapi akhir April ini, Firman Aksara menyatakan bisa segera dilanjutkan proses lelang.
Pihak balai ini menyebut usulan penataan kawasan kumuh Puday-Lapulu ini termasuk prioritas 1.
"Usulan dari Pemkot Kendari menjadi prioritas 1 untuk penataan kawasan kumuh di daerah ini, sudah tepat," kata Firman.
Baca juga: Kelurahan Lapulu dan Pudai di Kendari Bakal Ditata Agar Tidak Kumuh, 52 Warga Terdampak
Baca juga: Wali Kota Kendari Buka Lebar Pintu Bagi Investor, Asal Pekerjanya 80 Persen Warga Lokal
52 KK Terdampak Direlokasi
Sebanyak 52 kepala keluarga (KK) terdampak renovasi kawasan kumuh di Kelurahan Puday-Lapulu bakal direloksi ke rumah susun.
Pemerintah Kota Kendari tengah merancang penataan kawasan kumuh tersebut melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, pemindahan 52 kepala keluarga tersebut sudah disosialisasikan.
"Bagi pemukimannya terdampak kami sudah siapkan rusun, dipersilahkan menempati rusun selama setahun secara gratis," katanya saat menggelar pertemuan dengan PUPR di ruang rapat Balai Prasarana Pemukiman wilayah Sultra, Jalan Laute Kecamatan Mandonga, Selasa (13/4/2021).

Untuk diketahui kawasan kumuh di Kelurahan Pudai dan Lapulu mencapai 14 hektar, dengan menelan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp56 miliar.
Penangan kawasan kumuh skala kawasan di Kota Kendari, berada pada kawasan Puday-Nambo, penanganan kawasan ini terbagi empat tahap.
Tahap pertama sudah tuntas di segmen Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha, tahap kedua akan berlangsung di segmen Kelurahan Pudai dan Lapulu.
Sedangkan segmen tiga dan empat masing-masing di Kelurahan Bungkutoko-Nambo dan Talia-Poasia.
Sampai saat ini, program belum direalisasikan, lantaran dokumen perencanaan teknis belum rampung.
Wali Kota Kendari pun diminta melengkapi dokumen tersebut, agar program kota tanpa kumuh (Kotaku) segera terlaksana.
"Kita sudah paparkan ke PUPR terkait penanganan skala kawasan Puday-Lapulu. Kita diberi waktu membenahi dokumen yang telah diajukan, tapi secara umum tidak ada kendala," katanya.
Penataan kawasan kumuh ini akan dikerja mirip proyek sebelumnya di Petoaha-Bungkutoko.
"Kita akan merubah lanscape kawasan ini, seperti pemukiman, sampah, air bersih. Kita berharap semua bisa secepatnya dituntaskan. Semua syarat-syaratnya semoga bisa segera disetujui," jelasnya(*).
(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)