Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara

Curhatan Bu Kepsek SD di Konawe Selatan Jatuh di Jalan Rusak, Lutut Lecet: Kenyang Makan Janji

Pohon pisang ditanam mulai dari Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Desa Lalowatu, dan Desa Lalonggasu kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
(Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Kepala SD 11 Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Rugaena curhat setiap hari melintas di jalan rusak Desa Lalowatu, Kecamatan Tinanggea, pernah mengalami kecelakaan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Curhatan Kepala SD 11 Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) alami kecelakaan saat melintasi jalan rusak, velg motor rusak.

Sebelumnya, masyarakat Konsel menanam puluhan pohon pisang, di tengah jalan.

Mulai dari Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Desa Lalowatu, dan Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel.

Warga juga memutus akses jalur transportasi darat yang menguntungkan 5 kabupaten, Konawe Selatan, Bombana, Konawe, Kolaka Timur dan Kota Kendari.

Badan jalan ditutup dengan gundukan tanah dan bongkahan batu besar, sehingga kendaraan roda empat tak bisa melintas, sejak Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Kerusakan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Warga: Jokowi Mau Lewat Ditimbun, Turun Hujan Rusak Lagi

Baca juga: Jalan Poros Andoolo-Tinanggea Rusak, TERNYATA Akses Utama Perkantoran Kabupaten Konawe Selatan

Akibatnya, pengendara roda empat harus mencari jalan alternatif untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

Kepsek SD 11 Tinanggea Rugaena bercerita setiap hari melintas di jalan rusak itu, bahkan pernah mengalami kecelakaan.

"Ketika hujan jalan tergenang, karena lubang tertutup air saya jatuh, velg sampai bengkok, lutut lecet," kata Rugaena, Rabu (7/4/2021).

Rugaena merupakan warga Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, jarak rumah dengan sekolah sejauh lima kilometer.

Dirinya tak bisa menghindari dan harus menikmati jalan rusak tersebut setiap hari sejak 2019.

Kenyang Makan Janji

Permintaan perbaikan jalan sudah sering disuarakan, baik ke calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konsel, Provinsi Sultra maupun Pemda setempat.

Tapi, sejak 2019 hingga April 2021 permintaan itu tak pernah digubris, mereka bersepakat menanam pohon pisang di sepanjang jalan.

PROTES - Pohon pisang ditanam warga Desa Lalonggasu, bermukim di badan jalan, bilangan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (5/4/2021). Dilakukan segai bentuk protes karena ruas jalan mengalami kerusakan parah namun tak kunjung diperbaiki.
PROTES - Pohon pisang ditanam warga Desa Lalowatu, bermukim di badan jalan, bilangan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (5/4/2021). Sebagai bentuk protes karena ruas jalan mengalami kerusakan parah namun tak kunjung diperbaiki. (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)

Sebab, hanya itu yang mereka bisa lakukan sebagai ungkapan kekecewaan kepada pemerintah.

"Supaya pemerintah melihat kalau masyarakat sudah kecewa, capek dijanji," katanya.

Dia berharap pemerintah agar pemerintah segera merespon aksi mereka namun bukan dengan janji yang sama, tapi perbaikan jalan yang nyata.

Tambal Sulam saat Presiden Datang

Warga Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Supri (45) mengatakan, jalan rusak sempat diperbaiki saat Pemerintah Pusat dari Jakarta datang ke Konawe Selatan.

Bahkan, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, 22 Oktober 2020 lalu, jalan sempat ditimbun.

JALAN RUSAK -
JALAN RUSAK - Kondisi jalan rusak di Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Jalan rusak sempat diperbaiki dengan tambal sulam pakai material tanah saat Pemerintah Pusat dari Jakarta datang, bahkan, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, 22 Oktober 2020 lalu. (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)

Baca juga: Warga soal Kerusakan Jalan Andoolo-Tinanggea Konawe Selatan: Mengapa Dekat Ibu Kota, Tak Diperbaiki

Baca juga: BREAKINGNEWS: Protes Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Andoolo-Tinanggea Konawe Selatan

Pemerintah setempat menimbun lubang jalan itu menggunakan material tanah, bukan aspal.

"Tapi ternyata Jokowi naik helikopter, tidak jadi lewat sini," katanya, Rabu (7/4/2021).

Tanah timbunan penutup lubang itu hanya bertahan beberapa hari, apalagi saat hujan mengguyur Konawe Selatan dan sekitarnya, jalan kambali rusak.

Supri menyebut, di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal, baik dialami pengendara dari daerah lain, maupun warga setempat sendiri.

Para warga akhirnya bersepakat menanam puluhan pohon pisang sebagai bentuk protes mereka kepada pemerintah.

"Kalau perlu sampai pohon pisang ini berbuah, kami tidak akan cabut selama belum diaspal," katanya.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved