'Hoaks Wacana Presiden Tiga Periode' Istana Sebut Amien Rais Mengomel dan Merajuk
Istana menegaskan tak ada wacana memperpanjang masa jawabatan presiden hingga tiga periode.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Istana menegaskan tak ada wacana memperpanjang masa jawabatan presiden hingga tiga periode.
Hal ini merespon pernyataan Amien Rais pada salah satu acara stasiun televisi, mengatakan, istana sedang merancang skenario mengamandemen Undang Undang Dasar 1945, mengubah masa jabatan presiden dua periode menjadi tiga periode.
"Tidak ada. Saya tegaskan tidak ada," Ujar Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin dikutip kompas.com, Senin (15/2/2021).
Baca juga: Innailaihi Amien Rais ke Jokowi: Skenario Presiden Tiga Periode, Ini Jawaban Istana
Baca juga: Jokowi Pecat Langsung Pejabat Pertamina, Luhut: Ngawur Minta Ampun, Impor padahal Indonesia Bikin
Baca juga: Pernyataan Presiden Jokowi Soal Pencabutan Aturan Investasi Miras dalam Perpres 10/2021
Menurut Nabalin, apa yang disampaikan Amien Rais adalah informasi hoaks.
Ia mengatakan, sangat menyesalkan pernyataan pendiri Partai Ummat tersebut.
Nabalin menilai, Amien Rais dapat menanyakan secara langsung kepada presiden ketika bertemu di Istana Negara baru-baru ini.
Saat itu Amien dan beberapa rekan-rekannya diterima Jokowi untuk membicarakan soal dugaan pelanggaran HAM berat, meninggalnya enam orang laskar FPI.
Pertemuan Amien dan Jokowi berlangsung selama 15 menit. Ngabalin menilai, setidaknya kecurigaan Amein dapat ditanyakan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu juga.
"Kalau kita lihat jadwal Presiden mendampingi tamu-tamunya dibilang belasan menit bisa sampai 20 menit, 30 menit, bisa sampai 1 jam. Maksud saya, itu kan (bisa) lama sekali. Lalu, kenapa momentum itu tak dipakai dia (Amien) untuk membicarakan banyak hal?” ujarnya.
Ngabalin bahkan menyebut tuduhan Amien Rais yang diutarakan di acara salah satu stasiun televisi tersebut hanyalah omelan dan rajukan saja.
“Nanti setelah keluar, baru bicara. Baru mengomel, merajuk. Itu yang saya keberatan. Tidak setuju," kata dia.
Ngabalin menilai, sebagai tokoh bangsa, Amien semestinya tidak menyampaikan hal-hal yang kontroversial dan mengarah kepada hoaks.
Sebab, Amien merupakan tokoh yang dihormati masyarakat.
Sebelumnya, dalam wawancara Kompas.tv, Amien Rais mengatatakan, ada skenario mengubah ketentuan dalam Undang-Undang Dasar 1945, perihal masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.
Dilansir dari kompas.com, Amien menjabarkan, rencana mengubah peraturan tersebut akan dilakukan dengan menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), mengubah atau mengamendemen UUD 1945.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/joko-widodo-istana-jokowi.jpg)