Breaking News:

Sengketa Tambang di Sultra

Sempat Tak "Digubris", Polda Sultra Lanjutkan Kasus Penipuan Tambang, Ini yang Dilakukan Polisi

Kasus tersebut terkait dugaan penipuan dan penggelapan perusahaan tambang PT Sumber Bumi Putera, (9/9/2020) lalu.

Penulis: Akhir Sanjaya | Editor: Fadli Aksar
Handover
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya melanjutkan kasus dugaan penipuan tambang.

Kasus tersebut terkait dugaan penipuan dan penggelapan perusahaan tambang PT Sumber Bumi Putera, (9/9/2020) lalu.

Karena tak digubris Polda Sultra, sang investor tambang Wang Dezhou, bersurat ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Selasa (23/02/2021).

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, penyidikan kasus tersebut telah naik ke tahap pertama.

Baca juga: Investor Tambang Sulawesi Tenggara Lapor Kapolri Jenderal Listyo Gegara Tak Digubris Polda Sultra

Baca juga: Investor Tambang Lapor ke Kapolri, Polda Sultra Irit Bicara, Humas ke Ditreskrimsus ke Dirreskrimum

Baca juga: PT PMS Titip Rp1,555 Miliar Dana Tambang di Kejati Sultra, PT Akar Mas Berutang Rp4,3 Miliar

"Hari ini, berkas perkara akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sultra (Kejati) untuk diteliti," kata Ferry Walintukan saat dihubungi melalui whatsApp messenger, Senin (1/3/2021).

Ferry menjelaskan, berkas perkara menunggu penelitian dari jaksa, ketika belum dinyatakan lengkap akan dikembalikan.

Jaksa akan memberikan petunjuk kepada penyidik (P-19) untuk melengkapi berkas perkara.

"Jika sudah memenuhi unsur dan sudah sesuai petunjuk Jaksa selanjutnya melangkah ke P-21," tutur dia.

Sebelumnya, investor tambang di Sulawesi Tenggara (Sultra), Wang Dezhou, melapor ke kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Surat terkait sengketa tambang di Sultra tersebut disampaikan ke Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Jakarta, Selasa (23/02/2021), melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Herman Y Simarmata & Partners.

Surat berisi tentang pengaduan penyelesaian kasus penipuan dan atau penggelapan terhadap Wang Dezhou yang diduga dilakukan oleh Vebriyanti A Tajuddin.Sebagaimana telah dilaporkan ke Polda Sultra dengan nomor LP/405/IX/2020/SPKT/POLDA SULTRA tertanggal 9 September 2020 lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved