Kualifikasi Piala Asia 2027
FIFA Cabut Sementara Sanksi 7 Pemain Naturalisasi Ilegal Timnas Malaysia, Tapi Hanya Main di Klub
Setelah gagal di internal FIFA, FAM akhirnya membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/7-pemain-naturalisasi-Timnas-Malaysia-sanksi-FIFA.jpg)
TRIBUNNEWSSULTA.COM - Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (Court of Arbitration for Sport/CAS), secara resmi memberikan izin sementara 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia, kembali beraktivitas di dunia sepak bola.
Keputusan tersebut diambil sembari menunggu putusan akhir, atas banding diajukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Informasi ini disampaikan FAM melalui pembaruan resmi pada Senin (26/1/2026), langsung menyita perhatian publik sepak bola Asia Tenggara.
Baca juga: Kasus Dokumen Palsu 7 Pemain Timnas Malaysia Diselidiki Polisi, Ancaman Hukuman Berat
Dalam pernyataannya, FAM mengonfirmasi CAS mengabulkan permohonan bersifat sementara dari pihak Malaysia.
Permohonan tersebut berkaitan status 7 pemain yang sebelumnya dijatuhi sanksi berat, akibat kasus dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan.
Ketujuh pemain dimaksud, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado dan Facundo Garces.
Sempat menjadi pusat kontroversi besar, setelah FIFA menyatakan adanya pelanggaran serius dalam proses naturalisasi mereka.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi finansial kepada FAM dengan nilai hampir Rp9,5 miliar.
Selain itu, masing-masing pemain juga didenda sekitar Rp64 juta, dijatuhi larangan beraktivitas di dunia sepak bola 12 bulan.
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah investigasi FIFA, menemukan adanya dugaan pemalsuan dokumen dan identitas diajukan FAM.
Tidak menerima keputusan awal tersebut, FAM kemudian mengajukan banding ke Komite Disiplin FIFA.
Baca juga: Joey Pelupessy Gagal ke Persib, Alasan Diungkap Pengamat Bung Binder, Persija Kini Terdepan
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena FIFA tetap mempertahankan seluruh sanksi.
Setelah gagal di internal FIFA, FAM akhirnya membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional.
Hingga saat ini, CAS belum mengeluarkan putusan final, atas banding utama diajukan FAM.
Meski demikian, CAS mengabulkan permintaan interim atau sementara dari pihak Malaysia.