Dampak Perang AS dan Israel vs Iran Berimbas ke Harga Kondom, Biaya Produksi Melambung
Inilah dampak perang Amerika Serikat ( AS ) dan Israel vs Iran yang berimbas pada kenaikan harga produk.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-alat-kontrasepsi-kondom.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Inilah dampak perang Amerika Serikat ( AS ) dan Israel vs Iran yang berimbas pada kenaikan harga produk.
Sektor usaha kondom misalnya, gegara biaya produksi melambung tinggi menyebabkan kondisi ini membuat harga alat kontrasepsi pun naik.
Hal ini terlihat dari kebijakan terbaru dari raksasa produsen kondom terbesar di dunia yakni Karex Bhd yang berencana menaikkan harga jual produknya.
Dikutip dari Tribunnews.com, perusahaan kondom di Malaysia itu menaikkan harga kondom 20 hingga 30 persen.
Kondisi perang yang terjadi hingga saat ini, dikhatirkan dapat mengganggu rantai pasok global.
Chief Executive Officer (CEO) Karex Bhd, Goh Miah Kiat mengungkapkan bahwa jika gangguan distribusi disebabkan konflik di Timur Tengah.
Kenaikan harga justru akan semakin tinggi jika perang tak kunjung mereda.
Karex saat ini juga menghadapi lonjakan permintaan yang tinggi.
Sehingga tak hanya disebabkan oleh perang saja.
Baca juga: Tisu Magic dan Kondom di Kota Kendari Mulai Langka, Pembelian Meningkat Jelang Tahun Baru 2023
Pihak perusahaan pun lantas tak punya pilihan menghadapi kondisi ini.
Alhasil biaya kembali dibebankan pada pelanggan Karex.
"Situasinya jelas sangat rapuh, harga-harga mahal... Kami tidak punya pilihan selain memindahkan biaya tersebut saat ini kepada pelanggan," ujar Goh dalam sesi wawancara bersama Reuters, Selasa (21/4/2026).
Brand Karex sudah cukup besar dalam industri alat kontrasepsi dunia.
Bahkan setiap tahunnya bisa memproduksi lebih dari 5 miliar kondom.
Karex juga menjadi pemasok utama global.