Tere Liye Bela Alumni LPDP Viral, Ingatkan Publik Tak Perlu Berlebihan, Nilai Netizen Super Lebay
Sosok penulis ternama Tere Liye turut buka suara terkait polemik yang menimpa seorang alumni LPDP bernama Dwi Sasetyaningsih.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Foto-arsip-penulis-Tere-Liye.jpg)
Tak Sepenuhnya Setuju
Meski membelanya, Tere Liye juga mengaku tidak sepenuhnya setuju dengan konten yang dibuat Dwi.
Menurutnya, video tersebut terkesan berlebihan dan semestinya cukup di simpan di ranah privat.
Ia juga menilai respons publik, termasuk dari sejumlah tokoh dan pejabat tak kalah berlebihan.
"Sy tidak suka lihat penerima LPDP ini bikin video receh, bawa2 anaknya. Itu tuh seharusnya privacy, eh dia malah lebay. TAPI, respon orang2, pejabat, tokoh2, netizen, sorry banget, juga super LEBAY," ujarnya.
"Coba pikirkanlah. Kita itu jangan2 secuil pun tidak pernah mengkritik MBG, KMP, fufufafa, Paman Usman. Tidak pernah bahas Kartu Pra Kerja, pelemahan KPK, kerusakan lingkungan dan semua isu penting di negeri ini; eeeh giliran kasus video LPDP ini, kita bahas berkali2. Coba cek deh akun medsos masing2, bercermin," tambahnya.
Di bagian akhir pernyataannya, Tere Liye menegaskan pertanyaan yang menurutnya sederhana.
Apakah Dwi melakukan tindak pidana seperti mencuri atau korupsi.
Jika tidak, ia meminta publik untuk tidak membesar-besarkan persoalan tersebut.
"Apa sih dosa dari orang ini? Apakah dia nyuri? Korup? Zolim? Jika iya, masukkan ke penjara. Jika tidak? Duh, abaikan sj video haus validasinya," tutupnya.
Sebelumnya, seorang alumnus atau penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas memicu polemik di media sosial.
Konten yang menyinggung status kewarganegaraan anaknya itu ramai diperbincangkan karena Dwi merupakan penerima beasiswa negara.
Polemik bermula dari video yang diunggah di Instagram dan Threads miliknya.
Dalam video tersebut, Dwi memperlihatkan surat dari otoritas Inggris terkait kewarganegaraan anak keduanya yang resmi menjadi British citizen.
“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya dalam unggahan tersebut.