Rabu, 22 April 2026

Tere Liye Bela Alumni LPDP Viral, Ingatkan Publik Tak Perlu Berlebihan, Nilai Netizen Super Lebay

Sosok penulis ternama Tere Liye turut buka suara terkait polemik yang menimpa seorang alumni LPDP bernama Dwi Sasetyaningsih. 

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Tere Liye Bela Alumni LPDP Viral, Ingatkan Publik Tak Perlu Berlebihan, Nilai Netizen Super Lebay
Istimewa/Gramedia
TERE LIYE - Foto arsip penulis Tere Liye. Ia ikut angkat suara terkait polemik yang menimpa alumni LPDP Dwi Sasetyaningsih, yang menuai sorotan publik setelah mengunggah konten yang memperlihatkan paspor warga negara asing (WNA) milik anaknya.  

Belakangan baru diketahui bahwa Tyas adalah seorang alumni LPDP

Tak hanya dirinya, namun juga sang suami Arya. 

Imbasnya, Arya terancam harus mengembalikan uang negara setelah menikmati beasiswa LPDP

Setelah banyaknya pendapat. Kini, giliran Tere Liye

Alih-alih tak setuju dengan Tyas, ia justru punya tanggapan lain. 

Menurut Tere Liye, respons publik terhadap kasus tersebut terlampau berlebihan. 

Ia mempertanyakan letak kesalahan Dwi sampai banjir kritikan serta hujatan di media sosial.

"Apa sih dosa dari orang ini saat anaknya jadi WNA? Dia nyuri? Dia korup? Dia zolim?" tulis Tere Liye

Tak perlu berlebihan

Ia mengakui bahwa Dwi memang pernah menerima beasiswa dari negara. 

Namun, kata dia, semestinya bukan menjadi dasar untuk menghakiminya secara berlebihan. 

"Iya, itu betul. Sama dgn 19 juta penerima kartu pra kerja, 68 triliun. Sama dgn penerima beasiswa bidikmisi. Sama dengan penerima bansos, bantuan gaji, PPh ditanggung negara, ribuan triliun selama 20 tahun terakhir. Pakai duit negara semua. Ratusan juta rakyat netek ke anggaran negara. Coba sy tanya, mana sumbangsih mereka ke negara dari minimal 2.000 triliun dana2 ini 20 tahun terakhir?" tulisnya. 

Ia juga menanggapi kritik yang menyebut bahwa Dwi telah 'menjelekkan Indonesia'.

Menurutnya, tindakan yang benar-benar mencoreng nama bangsa adalah praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. 

"Duh, yg jelek2in Indonesia itu adalah yg korupsi, bancakan uang rakyat lewat proyek2. Yang nepo baby. Yg nyuap, nyogok. Hanya karena dia bilang, cukuplah sy sj yg WNI, itu sih pendapat dia. Yg lain kan banyak nggak sependapat. Selesai. Tapi korup, dkk, itu bukan cuma pendapat, itu tuh betulan jelekin," kata dia. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved