Rabu, 20 Mei 2026

Mosehe Wonua, Simbol Penyucian Negeri dan Persatuan Masyarakat Routa

Untuk pertama kalinya, ritual Mosehe Wonua dilaksanakan di wilayah Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Tayang:
Editor: Content Writer
zoom-inlihat foto Mosehe Wonua, Simbol Penyucian Negeri dan Persatuan Masyarakat Routa
Dok. SCM
MOSEHE WONUA ROUTA - Ritual adat Mosehe Wonua yang digelar di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (7/2/2026), kembali menegaskan bahwa adat bukan sekadar warisan leluhur, melainkan fondasi persatuan dan arah pembangunan masa depan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Dengan wajah berseri, ratusan warga dari berbagai desa di penjuru Routa memadati lapangan kebangaan desa pada Sabtu (7/2/2026). Untuk pertama kalinya, ritual Mosehe Wonua dilaksanakan di wilayah Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Mosehe Wonua merupakan ritual adat penyucian negeri atau sebuah wilayah yang sangat sakral bagi suku Tolaki, salah satu etnis di Sulawesi Tenggara. Adat ini bertujuan untuk membersihkan diri, mendamaikan perselisihan, serta memohon perlindungan dari Sang Pencipta agar dijauhkan dari marabahaya.

Prosesi dimulai dengan penuh khidmat melalui Pengangkatan Adat atau penyampaian maksud ritual. Dipimpin oleh Tetua Adat (To-ono Mo-tuo) dari Lembaga Adat Tolaki (LAT), prosesi ini melibatkan Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, sebagai sosok yang dituakan. 

Usai mandat disampaikan, prosesi ritual Mosehe Wonua pun memasuki tahap doa bersama. Selama doa berlangsung, seluruh peserta tertunduk khusyuk. Sambil berpegangan tangan ataupun saling menyentuh pundak, para peserta memanjatkan doa bersama untuk memohon pengharapan bagi keselamatan semua masyarakat di Routa.

Kemudian, prosesi siraman dilakukan dengan memercikkan air yang telah didoakan kepada seluruh warga yang hadir. Lebih dari sekedar simbol fisik, percikan air ini menjadi lambang penyucian batin yang diharapkan membawa kesejukan bagi jiwa setiap warga Routa.

Puncak dari Mosehe Wonua ini ditandai dengan penyembelihan hewan kurban berupa seekor kerbau. Darah dari hewan yang tumpah menjadi simbolisasi penebusan dan upaya menolak bala. 

Melalui kurban ini, masyarakat melepaskan segala energi negatif dan menggantinya dengan rasa syukur atas keberlimpahan yang ada di bumi Routa.

Mosehe Wonua Routa 10022026

Simbol Harmonisasi Tatanan Adat, Pemerintahan, dan Industri

Tak hanya dipadati oleh warga setempat, tokoh adat dan pemerintah pun turut hadir. Mulai dari perwakilan anggota DRPD Kabupaten Konawe, perangkat pemerintah Kabupaten Konawe dan Kecamatan Routa, hingga para kepala desa dari lingkup Kecamatan Routa juga mengikuti agenda ini.

Pihak swasta, termasuk Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, beserta perwakilan kontraktor PT SCM lainnya turut serta mengikuti prosesi dengan khidmat. 

Eksistensi mereka di tengah lapangan menjadi simbol bahwa tatanan adat, pemerintahan, dan sektor industri berjalan beriringan. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antara masyarakat dan perusahaan. 

"Saya berharap melalui Mosehe Wonua menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat lokal, khususnya di Routa. Kita harus bersama-sama membangun wilayah ini agar menjadi miniatur kota terindah di Konawe dan Sulawesi Tenggara," harapnya.

Lurah Routa, Ahmad, pun menyatakan bahwa inisiatif warga bersama perusahaan dalam membangkitkan ritual yang hampir punah ini adalah langkah besar untuk persatuan. 

"Acara ini sakral dan baru pertama kali dilaksanakan di Routa. Ini adalah wadah untuk mempersatukan semua warga Routa. Jika ada perselisihan, kita sebaiknya duduk bersama melibatkan lembaga adat. Selama ini di Routa, kami selalu mengedepankan penyelesaian adat untuk kedamaian," jelas Ahmad.

Menyambut hal itu, Kepala Teknik Tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM), Didik Fotunadi, menegaskan komitmen PT SCM untuk terus berkontribusi bagi masyarakat lingkar tambang melalui berbagai program pengembangan ekonomi dan infrastruktur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved