Kamis, 21 Mei 2026

Berita Kendari

Pemuda Kendari Buka Kelas Bahasa Inggris Gratis di Muna, Ajar Memanfaatkan Alam Jadi Peluang Ekonomi

Seorang pemuda asal Kota Kendari, Muhamar Yuyun Baharuddin, menghadirkan program pemberdayaan melalui gerakan Ceria Education Care di Kabupaten Muna.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Pemuda Kendari Buka Kelas Bahasa Inggris Gratis di Muna, Ajar Memanfaatkan Alam Jadi Peluang Ekonomi
Dokumentasi Pribadi Muhamar Yuyun
POTRET KEGIATAN CEC - Seorang pemuda asal Kendari, Muhamar Yuyun Baharuddin saat memberikan pelajaran bahasa Inggris secara gratis dan edukasi perawatan bibit tanaman di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (1/12/2025). Delegasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Singapore–Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP) 2025 ini, merintis Ceria Education Care (CEC) sebagai gerakan pendidikan dan lingkungan bagi masyarakat desa. (Dokumentasi Pribadi Muhamar Yuyun) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang pemuda asal Kota Kendari, Muhamar Yuyun Baharuddin, menghadirkan program pemberdayaan melalui gerakan Ceria Education Care (CEC) di Kabupaten Muna.

Delegasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Singapore–Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP) 2025 ini, merintis CEC sebagai gerakan pendidikan dan lingkungan bagi masyarakat desa.

Gerakan CEC fokus pada pemberian akses pendidikan bahasa Inggris secara gratis, peningkatan literasi lingkungan, serta pengenalan pemanfaatan potensi alam sebagai peluang ekonomi.

Sebelum hadir di Muna, program ini telah berjalan di Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Utara.

“Kami membuka kelas bahasa Inggris gratis untuk pelajar, sehingga mereka tidak perlu lagi mengikuti kursus berbayar,” kata Amar kepada TribunnewsSultra.com, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Sosok Aldo Siananta, Pria Berdarah Muna Terlibat Proyek Robot Pembersih Satelit Luar Angkasa di AS

Ia menjelaskan bahwa CEC juga memberikan edukasi tentang rehabilitasi hutan dan upaya menjaga kawasan sekitar kepada masyarakat.

CEC turut memfasilitasi pembentukan lembaga pemuda desa yang bertugas mengelola kegiatan lingkungan dan ekonomi secara mandiri, termasuk pengelolaan kelas bahasa Inggris.

“Tujuan kami bukan hanya datang lalu pergi. Kami ingin ada kelompok pemuda yang bisa melanjutkan program secara mandiri setelah kami pulang, sehingga lembaganya kami bentuk,” jelasnya.

Dalam praktik rehabilitasi hutan dan lahan, masyarakat diajarkan teknik penanaman, perawatan bibit, hingga pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sebagai peluang ekonomi.

Menurut Amar, penting bagi pemuda desa memahami bahwa alam dapat menjadi sumber penghidupan.

Baca juga: Sosok 2 Pahlawan Nasional Asal Sulawesi Tenggara, Jenderal Polisi Pendiri Brimob, dan Sultan Buton

“Kami ingin pemuda tahu bahwa lingkungan bisa memberi manfaat ekonomi jika dikelola dengan benar,” ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved