Berita Kendari
Pemuda Kendari Buka Kelas Bahasa Inggris Gratis di Muna, Ajar Memanfaatkan Alam Jadi Peluang Ekonomi
Seorang pemuda asal Kota Kendari, Muhamar Yuyun Baharuddin, menghadirkan program pemberdayaan melalui gerakan Ceria Education Care di Kabupaten Muna.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Pemuda-Kendari-Buka-Kelas-Bahasa-Inggris-Gratis-di-Muna.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang pemuda asal Kota Kendari, Muhamar Yuyun Baharuddin, menghadirkan program pemberdayaan melalui gerakan Ceria Education Care (CEC) di Kabupaten Muna.
Delegasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Singapore–Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP) 2025 ini, merintis CEC sebagai gerakan pendidikan dan lingkungan bagi masyarakat desa.
Gerakan CEC fokus pada pemberian akses pendidikan bahasa Inggris secara gratis, peningkatan literasi lingkungan, serta pengenalan pemanfaatan potensi alam sebagai peluang ekonomi.
Sebelum hadir di Muna, program ini telah berjalan di Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Utara.
“Kami membuka kelas bahasa Inggris gratis untuk pelajar, sehingga mereka tidak perlu lagi mengikuti kursus berbayar,” kata Amar kepada TribunnewsSultra.com, Senin (1/12/2025).
Baca juga: Sosok Aldo Siananta, Pria Berdarah Muna Terlibat Proyek Robot Pembersih Satelit Luar Angkasa di AS
Ia menjelaskan bahwa CEC juga memberikan edukasi tentang rehabilitasi hutan dan upaya menjaga kawasan sekitar kepada masyarakat.
CEC turut memfasilitasi pembentukan lembaga pemuda desa yang bertugas mengelola kegiatan lingkungan dan ekonomi secara mandiri, termasuk pengelolaan kelas bahasa Inggris.
“Tujuan kami bukan hanya datang lalu pergi. Kami ingin ada kelompok pemuda yang bisa melanjutkan program secara mandiri setelah kami pulang, sehingga lembaganya kami bentuk,” jelasnya.
Dalam praktik rehabilitasi hutan dan lahan, masyarakat diajarkan teknik penanaman, perawatan bibit, hingga pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sebagai peluang ekonomi.
Menurut Amar, penting bagi pemuda desa memahami bahwa alam dapat menjadi sumber penghidupan.
Baca juga: Sosok 2 Pahlawan Nasional Asal Sulawesi Tenggara, Jenderal Polisi Pendiri Brimob, dan Sultan Buton
“Kami ingin pemuda tahu bahwa lingkungan bisa memberi manfaat ekonomi jika dikelola dengan benar,” ujarnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
| Cara Buat Lampu Ikan dan Ice Gel Teknologi Bagi Nelayan, Dosen UHO Kendari Ajarkan di Konawe Utara |
|
|---|
| Polisi Hadir Sebagai Sahabat, Ajarkan Anak TK Wulele Sanggula II UHO Pentingnya Disiplin Lalu Lintas |
|
|---|
| Murid di TK Yaa Bunayya Baubau Saling Tukar Kado saat Ramadan, Cara Ajarkan Anak Berbagi Sejak Dini |
|
|---|
| Doa Selamat Dunia Akhirat Mudah Dihafal, Ajarkan Kepada Anak, Jadi Amalan Harian |
|
|---|
| Zillenial Teacher Implementasi PBL di SDN 25 Kendari, Ajarkan Siswa Pecahkan Masalah Lingkungan |
|
|---|