Kapal Nelayan Ditabrak Tongkang di Muna
Penyebab Tongkang Tabrak Kapal Nelayan di Muna, Perahu Tersangkut Tali Towing hingga Mati Mesin
Ditpolair Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kronologi kecelakaan lalu lintas laut melibatkan perahu nelayan dan kapal tongkang di Muna.
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/tangkapan-layar-video-detik-detik-tongkang-tabrak-kapal-nelayan-di-Muna.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pihak Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap penyebab kecelakaan lalu lintas laut melibatkan perahu nelayan dan kapal tongkang.
Insiden ini terjadi di sekitar perairan Tampo dan Pulau Renda, Kabupaten Muna, Sabtu (18/10/2025) siang.
Dua orang nelayan asal Kecamatan Tampo dilaporkan hilang, yaitu LR dan RO, dalam insiden ini.
Dari Pelabuhan Tampo, Kabupaten Muna, ke Pulau Renda hanya berjarak 6,2 kilometer dan ditempuh melalui perjalanan laut menggunakan kapal laut.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Tenri Wardi mengungkap hasil penyelidikan sementara, terungkap beberapa fakta terkait insiden kecelakaan laut tersebut.
Baca juga: Hasil Pencarian Nelayan Hilang usai Kapal Ditabrak Tongkang di Muna Nihil, Tim SAR Lanjutkan Besok
Ia menerangkan bahwa saat insiden terjadi perahu nelayan memotong jalur saat kapal tongkang melintas.
Lalu perahu yang bermuatan tiga nelayan itu, tersangkut pada tali towing yang menarik tongkang.
“Sehingga perahu tersebut tak dapat bergerak karena mengalami mati mesin, lalu akhirnya tertabrak,” ungkapnya saat dihubungi TribunnewsSultra.com.
Ia menambahkan, akibat dari kejadian tersebut, dua nelayan hilang dan kini dalam proses pencarian.
Sementara satu orang lainnya berhasil selamat.
"Saat ini kami berada di lokasi kejadian, tengah melakukan proses pencarian terhadap dua korban,” jelasnya.
2 Nelayan Belum Berhasil Ditemukan
Dari laporan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari Amiruddin A.S, pencarian pada Sabtu (18/10/2025) belum berhasil dilakukan.
Sehingga, Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian nelayan hilang ini pada esok hari, Minggu (19/10/2025).
Insiden tersebut menyebabkan dua nelayan hilang terjatuh dari kapalnya usai ditabrak tongkang.