Kamis, 21 Mei 2026

Berita Kendari

PPDS Ilmu Bedah Bakal Dibuka di UHO Kendari, Pelajari Kurikulum Unram hingga Kunjungan ke RSUD NTB

Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara berencana membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Desi Triana Aswan
zoom-inlihat foto PPDS Ilmu Bedah Bakal Dibuka di UHO Kendari, Pelajari Kurikulum Unram hingga Kunjungan ke RSUD NTB
Istimewa
FK UHO - Foto Tim PPDS Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran atau FK Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara saat melakukan benchmarking ke FKIK Universitas Mataram serta RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai rumah sakit wahana pendidikan utama. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Mei 2026. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), berencana membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah.

Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan di Sultra.

Sebagai bagian dari persiapan, tim PPDS Ilmu Bedah FK UHO melakukan benchmarking ke Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) serta RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai rumah sakit wahana pendidikan utama.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Mei 2026.

Koordinator Program Studi PPDS Ilmu Bedah FK UHO, dr Muhammad Rustam, mengatakan benchmarking dilakukan untuk mempelajari tata kelola pendidikan spesialis.

Mulai dari administrasi akademik, pengelolaan rumah sakit pendidikan, hingga supervisi residen di pelayanan klinik.

Baca juga: Kronologi Pencuri Kabel di Fakultas Kedokteran UM Kendari Konda Tersengat Listrik, Ada Bercak Darah

Tim FK UHO juga mendalami penerapan kurikulum berbasis kompetensi dalam pendidikan residen, termasuk rotasi stase, target capaian kompetensi, metode pembelajaran klinik, dan sistem evaluasi berkala.

“Di FKIK Unram, pendidikan residen mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pelayanan pasien melalui metode bedside teaching, case based discussion, journal reading, presentasi kasus, serta supervisi tindakan operatif,” kata dr Rustam dalam rilis yang diterima TribunnewsSultra.com, Rabu (20/5/2026). 

Selain aspek akademik, tim PPDS UHO Kendari juga mempelajari tahapan seleksi calon peserta didik.

Meliputi administrasi, ujian akademik, wawancara, tes kesehatan, hingga penilaian psikologi.

Kemudian, berkunjung ke RSUD Provinsi NTB untuk mengamati langsung sistem pelayanan rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan pendidikan residen.

Mulai dari meninjau ruang operasi, ruang rawat bedah, fasilitas keterampilan klinik, ruang diskusi ilmiah, hingga mekanisme supervisi residen dalam pelayanan pasien sehari-hari.

“Hasil observasi menunjukkan keberhasilan pendidikan dokter spesialis sangat bergantung pada sinergi antara fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan. Koordinasi yang baik, pembagian kewenangan yang jelas, serta dukungan fasilitas menjadi faktor penting dalam membangun lingkungan akademik yang kondusif,” tuturnya.

Tim FK UHO juga mempelajari peran rumah sakit jejaring pendidikan untuk mendukung variasi kasus dan pencapaian kompetensi residen.

Keberadaan rumah sakit jejaring dinilai mampu memperluas pengalaman klinik peserta didik sesuai kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Kemudian, kesiapan dosen tetap, dosen luar biasa, konsulen spesialis, hingga pengurusan administrasi akademik seperti NiDK dan NUPTK menjadi bagian penting untuk memenuhi standar pendidikan dokter spesialis nasional.

Selain itu, pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah turut menjadi perhatian dalam membangun budaya akademik yang berkelanjutan.

“Fokus tindak lanjut kami usai benchmarking ini meliputi penguatan tata kelola program studi, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, penguatan rumah sakit pendidikan utama dan jejaring, pengembangan sistem logbook serta evaluasi residen, hingga peningkatan sarana pendidikan spesialis,” jelasnya.

dr Rustam menyebut Benchmarking ini menjadi langkah FK UHO dalam menyiapkan sistem pendidikan dokter spesialis yang kompetitif di Indonesia Timur.

Kehadiran PPDS Ilmu Bedah diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan.

Sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi pelayanan bedah di Sulawesi Tenggara. (*)

(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved