Banjir di Sulawesi Tenggara
Banjir Lumpur Rendam Jalan DI Panjaitan Kendari, Arus Lalin Macet Parah, Kendaraan Lewat Bergantian
Hujan deras kembali mengguyur Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/5/2026) siang.
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Banjir-Lumpur-Rendam-Jalan-DI-Panjaitan-Kendari-Kendaraan-Lewat-Bergantian-Gegara-Macet-Parah.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Hujan deras kembali mengguyur Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/5/2026) siang.
Imbasnya, banjir merendam Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga.
Banjir bercampur lumpur pekat memicu kemacetan panjang kendaraan di kawasan tersebut.
Berdasarkan rekaman video pengendara, air berwarna cokelat pekat merendam badan jalan.
Tingginya air memaksa para pengguna jalan, khususnya roda dua dan roda empat untuk memperlambat laju kendaraan.
Baca juga: 1 SD dan 30 Rumah di Kota Kendari Dibersihkan Petugas Damkar Usai Diterjang Banjir Sabtu Malam
Beberapa anak-anak di sekitar lokasi tampak memanfaatkan banjir lumpur tersebut sebagai tempat bermain air.
Seorang pengendara yang melintas, Aiq, mengatakan banjir yang membawa material lumpur ini menutup sebagian besar akses jalan utama.
Sehingga, arus lalu lintas (lalin) dari dua arah Jalan DI Panjaitan mengalami hambatan.
"Jalurnya ada dua ruas, tetapi satu ruas terdampak cukup parah. Terpaksa digunakan satu jalur saja bergantian," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, pengalihan arus kendaraan menjadi satu jalur tunggal juga memicu terjadinya penumpukan kendaraan dari kedua arah.
Baca juga: 5 Kecamatan di Kota Kendari Sultra Terdampak Banjir 16 Mei 2026 Malam, Air Surut Kini Sisakan Lumpur
"Inilah yang kemudian memicu kemacetan parah, karena adanya penyempitan jalan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas (lalin) di Jalan DI Panjaitan area Baruga masih padat merayap.
Sejumlah ruko dan warung makan di sepanjang jalan tersebut juga tampak ikut tergenang air.
Untuk pengendara yang hendak melintasi jalur Kecamatan Baruga menuju pusat kota atau sebaliknya diimbau mencari jalur alternatif atau ekstra waspada, mengingat kondisi jalanan yang licin akibat endapan lumpur sisa banjir.
Jarak Jalan DI Panjaitan ke Kantor Balai Kota Kendari sekira 5,8 kilometer (km), waktu tempuh 13 menit berkendara.
Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana di Kendari Diperpanjang, Daftar Wilayah Terendam Banjir Sabtu Malam
Kantor pemerintahan ini berada di Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)
| Banjir Rendam Salah Satu Perumahan di Kawasan Puuwatu Kendari, Warga Berusaha Evakuasi Diri |
|
|---|
| Banjir di BTN Tunggala Dalam, Lorong Durian hingga Kawasan MTQ Kendari Sultra Usai Hujan Deras Sejam |
|
|---|
| 73 Hektare Sawah di Kendari Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Terima Bantuan Benih dan Pupuk |
|
|---|
| Wali Kota Kendari Minta Korban Banjir Manfaatkan Dapur Umum Selama Status Tanggap Darurat Bencana |
|
|---|
| Banjir di Lepo-Lepo Kendari Surut, Warga Masih Mengungsi Karena Rumah Bau Lumpur |
|
|---|