Senin, 20 April 2026

Berita Kendari

Puluhan Jurnalis Kendari Dibekali Keterampilan Hadapi Manipulasi Infromasi dari AJI Indonesia

Puluhan jurnalis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Workshop Penelusuran Sumber Terbuka dan Disinformasi.

Tayang:
zoom-inlihat foto Puluhan Jurnalis Kendari Dibekali Keterampilan Hadapi Manipulasi Infromasi dari AJI Indonesia
TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani
WORKSHOP DI KENDARI - Jurnalis sedang mengikuti Workshop Penelusuran Sumber Terbuka dan Disinformasi yang berlangsung di sebuah hotel Kendari yang terletak di Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Minggu (19/4/2026). Ketua AJI Kendari, Nursadah mengatakan, di tengah perkembangan pesat media sosial dan platform berita digital, jurnalis dituntut memiliki kemampuan melalukan analisis kritis dan verifikasi informasi secara efektif. (Dok. Amelda Devi Indriyani) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Puluhan jurnalis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Workshop Penelusuran Sumber Terbuka dan Disinformasi.

Kegiatan ini berlangsung di sebuah hotel Kendari yang terletak di Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.

Lokasinya berjarak 1,4 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu empat menit dari Kantor Balai Kota Kendari di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.

Workshop yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu (18-19/4/2026).

Baca juga: Video Jurnalis Liput Tim KPK Dihapus Paksa, Ini Kata Bandara Haluoleo, AJI Kendari Kecam

Ketua AJI Kendari, Nursadah mengatakan, agenda ini bertujuan untuk membekali jurnalis untuk menganalisis dan merespons manipulasi informasi digital.

Sebab menurutnya, media sosial dan platform berita digital telah memperluas akses dan partisipasi publik.

Sehingga manipulasi informasi, propaganda, dan interferensi informasi asing dapat tersebar secara cepat dan masif.

"Fenomena ini mempengaruhi kepercayaan publik sehingga jurnalis dituntut memiliki kemampuan melalukan analisis kritis dan verifikasi informasi secara efektif," katanya.

Oleh karena itu, workshop selama dua hari tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis jurnalis dalam menghadapi manipulasi informasi.

Baca juga: May Day 2025 di Kendari, AJI dan IJTI Sulawesi Tenggara Suarakan Kebebasan Pers, Pesan di Hari Buruh

Salah satu peserta, Jum bilang, kegiatan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai jurnalis untuk membedakan antara fakta dan fiktif.

"Nah, workshop ini memberikan kita panduan bagaimana kita menyikapi kesimpangsiuran sebuah informasi," ujar dia.

"Kegiatan ini tentu menambah kapasitas kita sebagai jurnalis untuk tetap menjadi jurnalis yang selalu mengedepankan fakta dan tidak menulis berita berdasarkan perspektif pribadi," tambahnya.

Begitu pula Nunung, dia mengatakan bahwa workshop tersebut membuka pengetahuan baru untuk bisa menelaah informasi yang beredar.

"Apalagi di dunia digital. Beragam tools yang diberikan bisa membantu kerja-kerja kita sebagai jurnalis," jelas Nunung.

Sebagai informasi, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Kendari menjadi kota ke lima yang disambangi AJI Indonesia sebelum ke Mataram. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved