Berita Kendari
Realisasi Investasi Kendari 2025 Rp719,1 Miliar, Didominasi Perdagangan dan Reparasi, Kendala Izin
Realisasi investasi tahun 2025 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai Rp719,1 miliar atau 83 persen dari target Rp870,4 miliar.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Realisasi-Investasi-Kendari-2025-Rp7191-Miliar-Didominasi-Perdagangan-dan-Reparasi-Kendala-Izin.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Realisasi investasi tahun 2025 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai Rp719,1 miliar atau 83 persen dari target Rp870,4 miliar.
Angka tersebut berdasarkan keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Kendari.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian investasi tahun 2024 yaitu Rp889,1 miliar atau 54 persen dari target Rp1,6 triliun.
Kepala DPMPTSP Kendari, Ibram Agus Sakti mengatakan, terjadi penurunan penyerapan sekitar Rp170 miliar dari tahun 2024 ke 2025.
Hal ini disebabkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
"Jadi dalam pelaksanaannya, sistemnya masih sering mengalami gangguan teknis khususnya untuk pengajuan PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)" katanya, Rabu (28/1/206).
PKKPR adalah dokumen persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang sebagai syarat utama memulai pembangunan atau operasional usaha di sistem OSS.
Baca juga: Gubernur ASR Perluas Investasi dan Akses Pasar Lewat Kerja Sama Jatim, Tingkatkan Ekonomi Sultra
Akibat gangguan teknis di sistem tersebut pula, Pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal atau LKPM pelaku usaha mengalami keterlambatan.
Selain itu, keterbatasan Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR yang terintegrasi di OSS juga menyebabkan investor terlambat memperoleh izin.
"Sehingga berdampak pada realisasi investasi tahun 2025," ujar dia saat ditemui TribunnewsSultra.com.
Dari Rp719,1 miliar itu, investasi terbanyak berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp623,8 miliar.
Dengan lima sektor tertinggi yakni yang pertama perdagangan dan reparasi sebesar Rp269,8 miliar.
Disusul oleh sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp108,2 miliar, konstruksi Rp80,6 miliar.
Lalu pertambangan Rp60,9 miliar, serta sektor listrik, gas, dan air Rp26,8 miliar.
Baca juga: 5 Daerah Penyumbang Realisasi Investasi Terbesar di Sulawesi Tenggara hingga September 2025
Kemudian senilai Rp95,2 miliar berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan negara seperti Singapura, Hongkong, hingga Korea Selatan.