Hasil Pemilihan RT RW di Kendari
976 RT dan RW Kendari Dikukuhkan, Dana TKD Turun Berimbas ke Program Rp100 Juta per Rukun Tetangga
Sebanyak 976 Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Kendari masa bakti 2026-2030 dikukuhkan, Rabu (7/1/2026) pagi sekira pukul 08.13 WITA.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/976-RT-dan-RW-Kendari-Dikukuhkan-Dana-TKD-Turun-Berimbas-ke-Program-Rp100-Juta-per-Rukun-Tetangga.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 976 Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Kendari masa bakti 2026-2030 dikukuhkan, Rabu (7/1/2026) pagi sekira pukul 08.13 WITA.
Berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Balai Kota Kendari, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pantauan TribunnewsSultra.com, ratusan Ketua RT dan RW terpilih yang diambil janjinya mengenakan kemeja putih dengan bawahan berwarna hitam.
Seragam itu dipadukan dengan dasi merah dan hijab berwarna senada bagi perempuan, sementara laki-laki mengenakan peci atau songkok.
Mereka berbaris berdasarkan kecamatannya yang berjumlah 11 yakni Baruga, Wuawua, Kadia, Puuwatu, Kambu, Poasia, Kendari, Kendari Barat, Abeli, Nambo, dan Mandonga.
Dari 976 Ketua RT dan RW terpilih se-Kota Kendari, 736 orang di antaranya adalah Ketua RT, sedang 240 orang sisanya adalah Ketua RW.
Menurut data dari Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kendari, total Rukun Tetangga adalah 1.060 RT dan Rukun Warga sebanyak 339 RW.
Baca juga: Program Rp100 Juta per RT di Kendari Sulawesi Tenggara Dimulai Tahun 2026, 3 Kegiatan Bisa Didanai
Per tahun 2025, ada 976 Ketua RT dan RW yang masa jabatannya habis sehingga dilaksanakan pemilihan serentak pada Desember 2025 lalu.
Sementara sisanya yakni 423 Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga belum selesai masa baktinya.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dalam sambutannya mengatakan, ada lima tugas utama Ketua RT dan RW.
Lima tugas tersebut yaitu memberikan pelayanan publik serta memenuhi kebutuhan warga di wilayahnya.
Melakukan pendataan, pengecekan, dan pengawasan terhadap warga untuk dikoordinasikan dengan lurah.
Menjaga kebersihan serta menata lingkungan agar tetap bersih dan nyaman terutama dari sampah.
Memantau aktivitas masyarakat guna memastikan ketertiban dan keamanan lingkungan.
Terakhir, mengidentifikasi serta melaporkan tempat usaha di wilayahnya yang belum terdata pemerintah kota.
"Harapan kita RT dan RW ini menjadi ujung tombak kita (pemerintah) di wilayah masing-masing," katanya saat diwawancarai wartawan.
Baca juga: Daftar Nama Kepala Dinas, Camat hingga Kepsek Dilantik Wali Kota Kendari Siska Karina Imran
Program Rp100 Juta per RT
Program Rp100 juta per RT di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara bakal direalisasikan pada 2026.
Program ini merupakan janji politik pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran-Sudirman.
Usai penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua RT dan RW terpilih di Lapangan Upacara Kantor Balai Kota Kendari, Siska berterus terang soal kondisi finansial pemerintah kota.
Politisi Partai NasDem ini menyampaikan, pemerintah pusat mengurangi dana transfer ke daerah atau TKD tahun ini.
"Secara keseluruhan di Indonesia, terjadi pengurangan TKD dari pemerintah pusat," ujar dia.
Pada tahun 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari senilai Rp1,6 triliun.
Namun karena adanya pemotongan dari pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan, total APBD 2026 adalah Rp1,3 triliun.
Baca juga: Anggaran Rp10 Miliar Kembali Digelontorkan Pemkot Kendari Jamin Kesehatan Masyarakat Tahun 2026
Adapun dana TKD Kendari pada tahun anggaran 2025 sebesar Rp1,05 triliun, sedangkan untuk 2026 menjadi Rp700an miliar.
"Dana transfer ke daerah itu kurang lebih Rp700 miliar sekian, nggak sampai Rp800 miliar," jelas Siska.
Lebih lanjut dia menjabarkan, anggaran Rp700 miliar itu dialokasikan untuk gaji ASN, imam masjid, hingga RT dan RW.
Meski demikian, mantan Wakil Wali Kota Kendari periode 2020-2022 itu bersyukur daerah masih memiliki pendapatan asli daerah (PAD) sebagai penopang keuangan.
Dia berharap, seluruh RT dan RW se-Kota Kendari dapat memaklumi kondisi tersebut, tetap menjaga kekompakan, serta bekerja dengan penuh keikhlasan.
"Jangan khawatir kita masih menggelontorkan beberapa program kepada wilayah bapak-ibu semua, jangan khawatir walaupun tidak sesuai ekspektasi," tutupnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
| Daftar Nama Ketua RT RW Terpilih 4 Kelurahan di Kecamatan Wuawua Kendari Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Nama Ketua RT dan RW Terpilih Kelurahan Punggolaka, Tobuuha dan Abeli Dalam Puuwatu Kota Kendari |
|
|---|
| Daftar Nama RW dan RT Terpilih di Kelurahan Wowawanggu dan Bende Kecamatan Kadia Kendari Sultra |
|
|---|
| Viral Mimbar Masjid Diambil Usai Gagal Jadi Ketua RT di Kambu Kendari, Warga Patungan Beli Baru |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.