Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kendari

Basarnas Kendari Tangani 63 Kasus Sepanjang 2025, Didominasi Kecelakaan Kapal dan Risiko Keselamatan

Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Kendari menangani 63 kasus operasi SAR sepanjang tahun 2025 di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tayang:
zoom-inlihat foto Basarnas Kendari Tangani 63 Kasus Sepanjang 2025, Didominasi Kecelakaan Kapal dan Risiko Keselamatan
Istimewa
BASARNAS KENDARI - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Amiruddin (tengah) saat menyampaikan data operasi SAR sepanjang tahun 2025. Pihaknya telah menangani 63 kasus didominasi kecelakaan kapal 31 kasus, begitu pula dengan kondisi membahayakan manusia 31 kasus, dan bencana satu kasus. (Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Kendari menangani 63 kasus operasi SAR sepanjang tahun 2025 di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penanganan tersebut didominasi kecelakaan kapal 31 kasus, begitu pula dengan kondisi membahayakan manusia 31 kasus, dan bencana satu kasus.

Berdasarkan data yang diperoleh TribunnewsSultra.com Rabu (31/12/2024), angka ini memang menurun 14,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024, mereka menangani 74 kasus dengan rincian 31 kecelakaan kapal, 40 insiden mengancam keselamatan jiwa, dan 3 bencana.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin dalam keterangan resminya mengatakan, dari seluruh operasi selama 2025, sebanyak 511 orang terlibat sebagai korban.

"Dari 511 korban tersebut, sebanyak 474 orang di antaranya berhasil diselamatkan," kata Amiruddin.

Namun, 25 orang meninggal dunia, 11 orang dinyatakan hilang, dan satu orang masih dalam pencarian hingga akhir tahun.

Baca juga: Basarnas Kendari Siaga di Pantai Toronipa hingga Taipa, Wisatawan Diminta Waspadai Arus Bawah Laut

Kondisi membahayakan manusia akibat serangan buaya juga masih menjadi ancaman di wilayah Sultra.

Menurut datanya, Basarnas Kendari menangani dua kasus serangan buaya selama 1 Januari-31 Desember 2025.

Masing-masing peristiwa akibat serangan hewan buas tersebut terjadi di Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Konawe Selatan (Konsel).

"Jumlahnya memang menurun dibandingkan tahun 2024. Tahun lalu ada tiga kasus, tetapi ini menjadi pengingat agar tetap berhati-hati," ujar dia.

Di setiap operasi SAR, terdapat 161 personel yang tersebar di KPP Kendari, empat Pos SAR, satu Unit Siaga SAR, serta tiga kapal SAR.

Tahun ini, Basarnas Kendari juga telah melakukan pembinaan masyarakat di lima kabupaten yang melibatkan 480 peserta.

Lima kabupaten tersebut antara lain Konawe Utara, Kolaka, Bombana, Muna, dan Muna Barat. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved